Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Termasuk Witir di Bulan Suci Ramadan
Pipit Maulidya February 20, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id - Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan.

Banyak umat Islam melaksanakannya dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda.

Misalnya Muhammadiyah, memperbolehkan sholat Tarawih 11 rakaat dengan formasi 4-4-3 termasuk sholat Witir.

Hal ini didasarkan pada riwayat sahih dari Aisyah r.a. tentang shalat Nabi Muhammad Saw.

مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً (رواه البخاري ومسلم)

“Rasulullah saw tidak pernah menambah salat malamnya, baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, lebih dari sebelas rakaat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat

Muhammadiyah memperbolehkan formasi 4-4-3 berdasarkan hadis dari Aisyah r.a:

4 rakaat pertama: dilakukan dengan khusyuk dan penuh kekhusyukan.

4 rakaat kedua: dilakukan dengan bacaan yang panjang dan indah.

3 rakaat terakhir (witir): menjadi penutup sholat malam.

Bunyi jadist Riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a:

"Nabi SAW tidak pernah melakukan shalat sunah pada bulan ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya Bagaimana bagus dan Indahnya. Kemudian, bellau shalat lagi empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana Indah dan panjangnya ialu bellau shalat lagi tiga rakaat (witir)." (HR. Muslim)

Doa Setelah Sholat Witir

Setelah selesai sholat Witir, disunnahkan membaca doa berikut:

1. Membaca tasbih (3 kali):  

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

Subhānal malikil quddūs

Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih."

Dibaca tiga kali dengan suara nyaring, dan pada bacaan ketiga dipanjangkan.

2. Membaca: 

رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

rabbul malā’ikati war rūh

Artinya: "Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril."

Keutamaan Sholat Tarawih

Masih dikutip dari sumber yang sama, berikut beberapa penjelasan tentang keutamaan sholat Tarawih dalam hadis.

Hadis Abu Hurairah ra:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ بِعَزِيمَةٍ، ثُمَّ يَقُولُ: «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» (رواه أبو داود)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw menganjurkan untuk melaksanakan qiyam Ramadan tanpa memerintahkannya dengan perintah yang keras. Kemudian beliau bersabda: “Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud)

Baca juga: Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Teks Arab, Latin, dan Artinya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.