Kasus ISPA di Banjarbaru Tembus 4 Ribu pada Januari, Anak dan Lansia Paling Rentan
Hari Widodo February 20, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tercatat cukup tinggi pada awal tahun 2026.

Dinas Kesehatan Banjarbaru setempat mencatat sebanyak 4.062 kasus sepanjang Januari, dengan data program ISPA mencapai 3.911 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, Dr. Siti, Jumat (20/2/2026)  menjelaskan meningkatnya kasus ISPA dipengaruhi sejumlah faktor.

Di antaranya perubahan musim pancaroba yang memudahkan penularan virus pernapasan, meningkatnya aktivitas masyarakat setelah libur akhir tahun, serta paparan debu, asap rokok, dan polusi udara.

Baca juga: Bangunan Kayu Ludes Terbakar di Lianganggang Banjarbaru, Ditinggali Kakek 60 Tahun

Selain itu, daya tahan tubuh masyarakat yang menurun, terutama pada anak-anak dan lansia, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum optimal juga turut berkontribusi terhadap tingginya kasus. 

Ia menambahkan, ISPA termasuk penyakit yang mudah menular melalui droplet atau percikan batuk dan bersin, sehingga mobilitas masyarakat yang tinggi ikut memicu penyebaran.

Berdasarkan kelompok usia, kasus ISPA paling banyak menyerang kelompok dewasa sebanyak 1.520 kasus, disusul balita dengan 1.087 kasus pada periode Januari hingga Februari 2026.

Secara epidemiologi, kelompok yang paling rentan memang balita, anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh rendah.

Perubahan cuaca juga menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus. 

Pada masa pancaroba, virus lebih mudah berkembang, sementara suhu dan kelembapan yang berubah drastis dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga risiko infeksi saluran pernapasan meningkat, terutama pada kelompok rentan.

Dari lima kecamatan di Banjarbaru, kasus ISPA tertinggi ditemukan di Kecamatan Landasan Ulin sebanyak 950 kasus, diikuti Banjarbaru Selatan 773 kasus, dan Liang Anggang 721 kasus.

Gejala ISPA sendiri beragam, mulai dari batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, badan lemas, hingga sesak napas pada kondisi yang lebih berat. 

Baca juga: Belasan ABG Berparang Diduga Hendak Tawuran di Landasan Ulin Banjarbaru, Kabur Tinggalkan Motor

Gejala tersebut bisa muncul secara bersamaan maupun sebagian.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan, seperti menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, menerapkan etika batuk dan bersin, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta istirahat cukup. 

Masyarakat juga diminta menghindari asap rokok dan polusi, serta segera berobat ke fasilitas kesehatan apabila gejala tidak membaik.

“Bagi yang sehat, jaga daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular saat kontak dengan orang yang sakit,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Nurholis Huda)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.