Jangkau 300 Agen Digital, PT MAJU Perluas Inklusi Keuangan ke Indonesia Timur
Content Writer February 20, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - PT Meraki Anugrah Jaya Usaha (PT MAJU) memperluas program inklusi keuangan ke wilayah timur Indonesia melalui inisiatif bertajuk “PT MAJU Membangun Benteng Ekonomi Inklusi Keuangan dari Beranda Tetangga” di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Manajer Regional PT MAJU, Sahrul, SE ini, berlangsung hingga 28 Februari ini, menjangkau sekitar 300 agen yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Kupang hingga TImor Tengah Utara. 

Direktur Utama PT MAJU, H. Arief Setiawan, ST, MM, mengatakan ekspansi ini bertujuan memperkuat peran agen Digital MAJU sebagai titik layanan keuangan digital di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses perbankan.

“Inklusi keuangan bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana layanan keuangan benar-benar hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar H. Arief Setiawan dalam keterangan resminya.

Perkuat Layanan Keuangan Digital di Tingkat Desa

Dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai garda terdepan layanan, PT MAJU menilai pendekatan ini mampu mengurangi hambatan psikologis dan teknis masyarakat terhadap layanan perbankan formal yang selama ini dianggap rumit dan berjarak.

Sejumlah agen di tingkat desa merupakan pelaku usaha yang telah lama dikenal warga sekitar. Misalnya Ibu Ani, pemilik warung sembako, serta Pak Budi, pengelola konter pulsa, yang kini turut melayani transaksi keuangan digital melalui EDC Digital MAJU.

Baca juga: Dorong Inklusi Keuangan, Presiden Prabowo Minta Setiap Warga Negara Punya Rekening

Selain melayani transaksi reguler, jaringan Agen Digital MAJU juga berperan dalam memperlancar pencairan bantuan sosial serta distribusi dana pemerintah kepada masyarakat. Proses pencairan bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan dekat dengan penerima manfaat, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

H. Arief Setiawan menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prinsip “Pemerataan Akses dan Kesempatan” dalam kerangka keuangan inklusif, serta mendukung agenda pembangunan yang berfokus pada penguatan ekonomi desa dan pengurangan kesenjangan.

Menurutnya, perluasan jaringan di NTT menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih merata di Indonesia.

Setiap transaksi yang dilakukan melalui agen Mini ATM PT MAJU turut mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa. Dana yang beredar di masyarakat tidak hanya mempermudah kebutuhan transaksi harian, tetapi juga mendukung aktivitas pelaku usaha mikro seperti petani, nelayan, dan pedagang pasar. Dan berperan penting mendukung Asta Cita ke-6, Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

PT MAJU menilai penguatan ekonomi digital perlu dibangun dari tingkat komunitas, jaringan ribuan agen yang tersebar di berbagai daerah, menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses serta memastikan masyarakat di daerah tetap terhubung dengan sistem keuangan formal.

Baca juga: Pemerintah Dukung Inovasi Industri Keuangan Digital di Indonesia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.