Rujukan Disebut Lancar Setelah Hubungi Orang Dalam, Sistem RSUD Sungai Penuh Dipertanyakan
asto s February 20, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Polemik pelayanan kembali menyeret nama Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Mayjen H A Thalib Sungai Penuh. 

Dalam pengakuan yang beredar di media sosial, melalui akun facebook, Anisa yang dikenal dengan nama Itek Mamek menuturkan pada awalnya permintaan rujukan pasien tidak dapat diproses dengan alasan tertentu.

Namun, situasi berubah setelah pihak keluarga menghubungi kenalan atau kerabat yang bekerja di lingkungan rumah sakit. 

Rujukan yang sebelumnya belum bisa diterbitkan disebut-sebut langsung diproses. Bahkan, ketika menghubungi direktur rumah sakit, proses rujukan dikatakan dapat segera dilakukan.

Pengakuan tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait sistem pelayanan dan prosedur penerbitan rujukan di RSUD tersebut.

Muncul Dugaan Ketidak Konsistenan Prosedur

Sejumlah warganet menilai, jika benar terdapat perbedaan perlakuan setelah adanya intervensi pihak tertentu, maka hal itu berpotensi mencederai prinsip pelayanan publik yang adil dan transparan.

“Kalau memang aturannya harus antre, kenapa bisa langsung keluar setelah telepon pejabat?” tulis salah satu komentar yang ramai diperbincangkan.

Isu ini pun memicu desakan agar manajemen rumah sakit memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme rujukan, termasuk sistem kuota dan prioritas pasien.

Sebelumnya, pengguna media sosial di Kerinci dan Kota Sungai Penuh dihebohkan dengan siaran langsung seorang konten kreator asal Kerinci, yang dikenal dengan nama Itek Mamek. 

Dalam tayangan di akun Facebook pribadinya, Itek Mamek yang bernama asli Anisa menyampaikan keluhan terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen HA Thalib Sungai Penuh.

Siaran langsung tersebut ditonton ribuan pengguna dan menuai ratusan komentar dari warganet. 

Sebagian besar memberikan dukungan serta membagikan pengalaman pribadi terkait layanan kesehatan.

Bermula dari Keluhan HB Rendah

Dalam penuturannya, Anisa (Itek Mamek) menjelaskan persoalan bermula ketika dirinya membawa sang ibu berobat karena mengalami penurunan kadar hemoglobin (HB). 

Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD, ibunya sempat menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang.

Namun, tak lama kemudian kondisi kembali menurun sehingga harus dibawa lagi ke rumah sakit.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif membawa pasien ke Padang untuk pemeriksaan lanjutan. Saat meminta rujukan, keluarga mengaku diarahkan ke dokter spesialis jantung. 

Padahal, menurut keterangan keluarga, keluhan utama pasien berkaitan dengan HB rendah dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Meski demikian, keluarga tetap berkonsultasi dengan spesialis jantung di rumah sakit di Padang. Setelah pemeriksaan, disebutkan pasien tidak mengalami gangguan jantung. 

Pihak rumah sakit di Padang kemudian menyarankan agar keluarga kembali ke Sungai Penuh untuk meminta rujukan baru ke spesialis penyakit dalam.

Terkendala Kuota Antrean

Setibanya kembali di Sungai Penuh, keluarga mengaku belum bisa memperoleh rujukan dengan alasan kuota antrean telah penuh untuk hari tersebut hingga beberapa hari ke depan. 

Sementara kondisi pasien disebut masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Situasi ini memicu kekecewaan Anisa hingga ia menyampaikannya secara terbuka melalui siaran langsung. 

Dalam tayangan itu, ia menyatakan akan kembali menyuarakan persoalan tersebut apabila rujukan tidak segera diperoleh.

Namun, ia juga menyampaikan kesiapan untuk menghapus konten dan meminta maaf apabila permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.

Terkait peristiwa tersebut, Tribun Jambi mencoba mengonfirmasi Direktur RSUD HA  Thalib dan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin. 

Baca juga: Belasan ASN Muaro Jambi Ajukan Cerai, Gara-gara Masalah Ekonomi Judi Online

Baca juga: Kabar Terbaru Kapan Tol Jambi-Rengat Dibangun, Ini Bocoran Terbarunya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.