TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batang Hari kembali menggelar Gebyar Semarak Ramadan 1447 Hijriah dengan menampilkan seni hadroh dan rebana, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di depan rumah dinas Bupati Batang Hari ini diikuti 41 grup, terdiri dari tujuh grup rebana dan 34 grup hadroh.
Seluruh penampilan peserta disiarkan secara langsung melalui akun Facebook resmi Pemerintah Kabupaten Batang Hari. Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan jumlah tanda suka (like) terbanyak dari penonton.
Gebyar Ramadan tahun ini mengusung tema Puasa Melatih Keteguhan Hati serta Keikhlasan dalam Beribadah dan Kerja adalah Ibadah. Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda sekaligus ajang syiar Islam di bulan suci Ramadan.
Pantauan Tribunjambi.com di lokasi, kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Penampilan perdana dibuka oleh grup hadroh Kerukunan Melayu Putri, kemudian disusul penampilan dari Pondok Pesantren Ummul Masakin.
Meski digelar di tepi jalan lintas yang ramai dilalui kendaraan, arus lalu lintas terpantau lancar. Sejumlah petugas keamanan terlihat bersiaga menjaga ketertiban sehingga tidak terjadi kemacetan.
Beberapa pengendara tampak memperlambat laju kendaraan sambil menyaksikan penampilan hadroh yang berlangsung di lokasi kegiatan.
Ketua panitia pelaksana, Syamsuri, menyebutkan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu hanya hadroh, tahun ini ada dua kategori, hadroh dan rebana. Pesertanya juga lebih banyak dan antusias masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan respons masyarakat di media sosial terbilang positif. Menurutnya, tujuan kegiatan ini tidak semata kompetisi, tetapi juga edukasi bagi generasi muda agar memanfaatkan media sosial secara bijak.
“Banyak komentar positif di media sosial. Harapannya anak-anak muda bisa menggunakan gawai dan media sosial untuk hal-hal yang lebih bermanfaat,” katanya.
Syamsuri menambahkan, peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas masyarakat, lembaga pendidikan, hingga kelompok pengajian. Hampir seluruh kecamatan mengirimkan perwakilan, dengan Kecamatan Muara Bulian menjadi penyumbang peserta terbanyak.
Festival ini direncanakan berlangsung hingga hari ke-25 Ramadan. Ia berharap pelaksanaan kegiatan yang kini memasuki tahun ketiga tersebut dapat terus berkembang dan memperkuat syiar Islam di Bumi Serentak Bak Regam.
“Semoga ke depan semakin banyak budaya dan syiar Islam yang berkembang, sehingga generasi muda lebih positif dan aktif dalam kegiatan keagamaan,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Kecelakaan Maut di Simpang Tiga Lampu Merah Mendalo, Wanita Tewas di Tempat
Baca juga: Viral Live Itek Mamek Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H A Thalib Sungai Penuh