TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Aktivitas Pasar Beduk Kramat Tinggi di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mulai menggeliat pada awal Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (20/2/2026).
Meski demikian, sejumlah pedagang mengeluhkan jumlah pengunjung yang dinilai tidak seramai Ramadan tahun lalu.
Pantauan Tribunjambi.com di lokasi, pasar Beduk yang digelar di halaman Pasar Kramat Tinggi tersebut tetap dipadati pedagang yang menjajakan aneka kebutuhan berbuka puasa.
Beragam dagangan tersedia, mulai dari takjil, makanan berat, aneka minuman, hingga lauk-pauk siap santap.
Pengunjung didominasi kalangan ibu-ibu, meski sejumlah bapak-bapak juga tampak turut berbelanja.
Suasana pasar terlihat cukup ramai menjelang waktu berbuka. Namun, beberapa pedagang mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan dibandingkan Ramadan sebelumnya.
Salah satu pedagang sate, Naufal Saputra (40), mengatakan kondisi tahun ini terasa berbeda, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun pendapatan.
“Untuk tahun ini memang terasa berbeda. Pengunjungnya belum begitu ramai, mungkin karena masih awal Ramadan,” ujarnya.
Ia memperkirakan jumlah pembeli berpotensi meningkat dalam sepekan ke depan, meski belum dapat dipastikan. Menurutnya, penurunan pengunjung bisa disebabkan adanya lokasi pasar alternatif yang membuat pembeli terbagi.
“Mungkin seminggu ke depan ada peningkatan, tapi belum bisa dipastikan juga. Bisa jadi karena sekarang ada tempat jualan lain, jadi pengunjung terbagi,” katanya.
Naufal mengungkapkan, pada Ramadan tahun lalu dirinya mampu meraih omzet sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per hari. Namun, pada Ramadan tahun ini pendapatannya turun menjadi sekitar Rp500 ribu per hari dan bersifat tidak menentu.
“Kalau tahun lalu sehari bisa Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Sekarang sekitar Rp500 ribu, itu pun tergantung ramainya pembeli,” jelasnya.
Ia berharap Pasar Beduk Kramat Tinggi ke depan kembali ramai sehingga mampu meningkatkan penghasilan para pedagang.
“Harapannya tentu bisa ramai lagi dan pasar Beduk ini semakin berkembang,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Yuda (26), pedagang es dogan. Ia menilai kondisi pasar saat ini tidak seramai Ramadan sebelumnya, ditambah faktor cuaca yang kerap hujan turut memengaruhi minat pembeli.
“Sekarang memang tidak seramai biasanya. Saya jual es dogan, apalagi kalau hujan, tentu peminatnya berkurang. Tapi tetap ada yang beli walaupun tidak banyak,” ujarnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Kecelakaan Maut di Simpang Tiga Lampu Merah Mendalo, Wanita Tewas di Tempat
Baca juga: Kabar Terbaru Kapan Tol Jambi-Rengat Dibangun, Ini Bocoran Terbarunya