TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Mengawali pelayanan pastoralnya di Keuskupan Larantuka, Yohanes Hans Monteiro merayakan Ekaristi bersama para penyintas erupsi Gunung Lewotobi, Minggu (15/02).
Kunjungan perdana ini turut didampingi Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur sebagai wujud sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
Kehadiran Uskup Hans dan rombongan disambut meriah dengan sapaan adat, pengguntingan pita, pengalungan selendang, serta tarian penjemputan menuju Gereja Santa Maria Mater Dolorosa Stasi Konga.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Hans, didampingi Vikaris Jenderal RD. Hendrik Leni, Pr., Rm. Marselinus Moi, MSF, serta para imam konselebran lainnya.
Baca juga: Pasca Perkelahian Pemuda, Polres Flores Timur Intensifkan Penjagaan di Pos Postoh dan Amagarapati
Dalam homilinya, Uskup Hans menekankan pentingnya harapan (spes) di tengah ketidakpastian dan penderitaan akibat bencana.
Ia menegaskan bahwa harapan menjadi kekuatan (spiritus) yang memampukan setiap orang untuk bangkit sebagai satu tubuh. “Sebagaimana bangsa Israel yang dalam pengungsian tetap berharap kepada Allah, demikian pun kita. Tuhan menjanjikan kehadiran-Nya di dalam bencana: Aku tidak meninggalkanmu, Aku tidak membuangmu, Aku tidak lupa namamu,” ungkapnya menutup homili.
Usai Ekaristi, Uskup Larantuka bersama Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur berdialog langsung dengan para penyintas di dalam Gereja Stasi Konga. Suasana berlangsung tenang dan penuh keterbukaan.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan Gereja serta pemerintah, meski di tengah berbagai keterbatasan.
Dalam dialog tersebut, warga juga mengemukakan sejumlah persoalan, antara lain kondisi hunian sementara (huntara) saat musim hujan, nasib pengungsi mandiri, status guru di sekolah swasta, pengurusan dokumen sekolah yang rusak akibat erupsi, serta kepastian pembangunan hunian tetap bagi para korban.
Menanggapi berbagai pertanyaan itu, Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur bersama Ketua Yapersuktim dan Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur memberikan penjelasan secara terperinci agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas.
Bupati Doni Dihen mengajak seluruh warga untuk saling memaafkan, saling menguatkan, dan terus berharap dalam doa sembari menantikan realisasi pembangunan hunian tetap di lokasi baru yang telah ditetapkan.
Pada kesempatan tersebut, Uskup Larantuka bersama Yayasan Caritas serta pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada beberapa penyintas.
Kegiatan dilanjutkan dengan santap siang bersama di pelataran Gereja Konga, kemudian rombongan meninjau lokasi huntara IV, III, II dan I, serta beristirahat sejenak di Pos Logistik Caritas Konga.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini Ketua Yayasan Caritas, Asisten I Sekda, Kepala Dinas Sosial, Camat Titehena dan Wulanggitang, serta Kepala Desa Konga dan Nobo.
Sumber: Akun FB Prokopim Flores Timur