TRIBUNJATIM.COM –Rijanto, Bupati Kabupaten Blitar, kembali menjadi perhatian publik setelah memenangkan Pilkada 2024 dan menjabat sebagai kepala daerah periode 2025–2030.
Kemenangan tersebut menandai perjalanan panjang kariernya di dunia pemerintahan dan politik.
Masyarakat Kabupaten Blitar tentu tidak asing dengan sosok Rijanto.
Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar periode 2011–2016 sebelum kemudian menjadi Bupati Blitar periode 2016–2021.
Perjalanan politiknya yang panjang menunjukkan pengalaman dan kiprahnya dalam memimpin daerah.
Pasangan Rijanto bersama Beky Herdihansah memperoleh 504.655 suara dalam Pilkada 2024 berdasarkan hasil pleno Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Perolehan suara tersebut mengantarkan Rijanto kembali menjadi orang nomor satu di Kabupaten Blitar untuk periode kedua kepemimpinannya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Rijanto dikenal sebagai pegawai negeri sipil yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Menurut data yang dilansir dari ppid.blitarkab.go.id, ia telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara sejak tahun 1975 dan menduduki berbagai jabatan strategis.
Karier birokrasi Rijanto dimulai dari jabatan Kepala Sub Bagian Pemerintahan Perkembangan pada 1981–1982.
Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Camat Kademangan, Camat Nglegok, hingga Camat Wlingi dalam rentang waktu 1984–1995.
Pengalaman sebagai camat menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di pemerintahan daerah.
Selanjutnya, ia menduduki jabatan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar, Plt Direktur PDAM Kabupaten Blitar, hingga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blitar.
Pada periode 2005–2010, Rijanto juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, sebagaimana dikutip dari TribunNewsmaker.com.
Karier panjang tersebut menjadi modal penting bagi Rijanto sebelum memasuki dunia politik.
Ia pertama kali terjun ke arena politik saat mendampingi Bupati Blitar saat itu, Herry Noegroho, dalam Pilkada 2010 yang mengantarkannya menjadi Wakil Bupati Blitar.
Baca juga: Sosok dan Jejak Karier Ina Dwi Lestari, dari Pengusaha ke Kursi Wakil Wali Kota Probolinggo
Setelah satu periode menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar, Rijanto maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2016.
Saat itu ia berpasangan dengan Marhaenis Urip Widodo dan memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah.
Namun perjalanan politiknya tidak selalu berjalan mulus. Pada Pilkada 2020, pasangan petahana Rijanto dan Marhaenis mengalami kekalahan dari pasangan Rini Syarifah dan Rahmat Santoso.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu peristiwa penting dalam dinamika politik daerah, dilansir dari TribunBatam.id.
Meski demikian, Rijanto tetap aktif dalam kegiatan politik dan organisasi. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua DPC partai di Kabupaten Blitar sejak 2021 sebelum kembali maju dalam Pilkada Serentak 2024.
Dalam Pilkada 2024, Rijanto kembali mencalonkan diri dan berhasil mengalahkan petahana.
Kemenangan tersebut menandai kembalinya kepemimpinan Rijanto sebagai Bupati Blitar periode 2025–2030.
Rijanto lahir di Blitar pada 28 Januari 1953. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Blitar, yakni di SDN Bendogerit III, SMP Negeri 1 Blitar, dan SMA Negeri 1 Blitar.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan lulus pada tahun 1980.
Selain itu, ia menempuh pendidikan Sarjana FISIP di Universitas Muhammadiyah Malang dan meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Wijaya Putra.
Dalam kehidupan pribadi, Rijanto beragama Islam dan menikah dengan Ninik Tjatur Anggraini. Ia memiliki dua orang anak dan dikenal aktif mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kepemimpinan serta pemerintahan daerah.
Baca juga: Sosok dan Profil Naykilla, Penyanyi Hipdut Asal Surabaya yang Bawa Tren Baru Musik Indonesia
Selain aktif dalam pemerintahan, Rijanto juga terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD II AMPI Kabupaten Blitar selama dua dekade serta aktif dalam organisasi Pramuka, KONI, dan PMI Kabupaten Blitar.
Ia juga pernah menjadi Ketua Pengcab PSSI dan IPSI Kabupaten Blitar serta menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Blitar.
Keterlibatan dalam organisasi tersebut menunjukkan kiprahnya tidak hanya di pemerintahan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan olahraga.
Atas pengabdian dan kontribusinya, Rijanto menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Satya Lencana Karya Satya XX Tahun pada 2001 dan Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun pada 2004.
Ia juga menerima Lencana Dharma Bhakti Pramuka dan Lencana Melati Pramuka atas kontribusinya di bidang kepramukaan, sebagaimana dikutip dari ppid.blitarkab.go.id.
Perjalanan panjang karier birokrasi, pengalaman politik, serta keterlibatan dalam berbagai organisasi menjadikan Rijanto sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan pemerintahan Kabupaten Blitar hingga saat ini.