Dr. Piprim Tolak Tawaran Praktik di Luar Negeri: Hidup Saya untuk Pasien RSCM
Theresia Felisiani February 21, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Buntut pemecatan oleh Menteri Kesehatan, dr. Piprim Basarah Yanuarso harus kehilangan akses melayani pasien jantung anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Dr Piprim telah mengabdi selama 28 tahun tanpa cacat rekam jejak di rumah sakit tersebut. 

Kini, ia mendapat banyak dukungan karena permasalahannya tersebut. Bahkan, ada yang menyarankan agar dr. Piprim pindah dan berpraktik di luar negeri yang lebih menghargai tenaga medis.

Namun, dokter senior ini menolak usulan tersebut. Ia mengaku rela menjadi 'martir' demi membela sejawat sejawatnya dan pasien-pasien tidak mampu di Indonesia. 

“Saya sudah tidak muda lagi, cucu saya sudah tujuh. Opsi ke luar negeri itu mungkin cocok untuk anak-anak muda. Hidup saya ada di Indonesia,” ujar dr. Piprim saat wawancara khusus dengan Tribunnews, beberapa waktu lalu.

Baca juga: ILUNI FKUI Soroti Pemecatan dr Piprim, Tekankan Independensi Profesi dan Perlindungan Dokter

Dia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk terus mengabdi di RSCM hingga pensiun atau bahkan sampai mati. 

“Saya sangat menyayangi pasien-pasien di sana. Tetapi ya begitulah, negara yang memaksa untuk memutusnya,” jelasnya.

 

Berikut petikan wawancara khusus Tribunnews dengan dr. Piprim Basarah Yanuarso:

Tanya: Dok, akibat polemik ini, bagaimana nasib pelayanan pasien Anda di RSCM?

Jawab: Sangat berdampak. RSCM itu rumah kedua saya. Saya menerima banyak sekali keluhan dari pasien rujukan luar daerah. Mereka bilang, "Dok, saya susah ketemu Dokter sekarang, aksesnya ditutup." Akhirnya saya terpaksa merujuk pasien-pasien saya ke senior saya.

Ini yang membuat saya sedih. Ketika negara memecat saya secara sewenang-wenang, yang paling dirugikan sebenarnya adalah pasien-pasien miskin yang kesulitan mendapat akses pengobatan yang mumpuni.

Tanya: Kabarnya selama proses ini bergulir, Anda juga diserang buzzer di media sosial?

Jawab: Ancaman langsung memang tidak ada, tapi serangan buzzer di media sosial banyak. Profil-profil bodong menyerang di kolom komentar. Tapi untungnya, pasien saya kan anak-anak. Justru yang melawan buzzer-buzzer itu adalah netizen riil; ibu-ibu dan nenek-nenek pasien yang pernah merasakan langsung pelayanan saya selama ini.

Tanya: Anda dipecat, bagaimana respons keluarga, terutama istri?

Jawab: Alhamdulillah keluarga sangat mendukung. Waktu saya cerita saya dipecat, istri saya bilang, "Tidak apa-apa, rezeki itu dari Allah, bukan dari Menkes." Istri berpesan bahwa integritas, kejujuran, dan ketaatan pada prinsip kebenaran itu jauh lebih penting.

WAWANCARA EKSKLUSIF - Dokter konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso saat ditemui di Gedung IDAI Jakarta, Rabu (18/2/2026). Pada kesempatan tersebut dr Piprim menyampaikan bahwa dirinya diberhentikan setelah sebelumnya sempat dimutasi secara paksa. Ia menduga, mutasi dan pemecatan ini berkaitan dengan sikapnya yang dianggap tidak kooperatif terhadap kolegium bentukan Kemenkes. Tribunnews/Jeprima
WAWANCARA EKSKLUSIF - Dokter konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso saat ditemui di Gedung IDAI Jakarta, Rabu (18/2/2026). Pada kesempatan tersebut dr Piprim menyampaikan bahwa dirinya diberhentikan setelah sebelumnya sempat dimutasi secara paksa. Ia menduga, mutasi dan pemecatan ini berkaitan dengan sikapnya yang dianggap tidak kooperatif terhadap kolegium bentukan Kemenkes. Tribunnews/Jeprima (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Tanya: Harapan Dokter ke depannya untuk dunia kesehatan di Indonesia?

Jawab: Saya ingin memberi contoh kepada teman-teman sejawat. Biarlah saya yang menjadi martir atau tumbal terakhir dalam kasus ini. Kalau saya tidak teguh dan mudah ditekan, dampaknya teman-teman tenaga kesehatan lain akan sangat mudah dimutasi atau dipecat semena-mena. Harus ada yang berani melawan kesewenang-wenangan ini.

Pesan saya untuk Nakes di seluruh Indonesia: Tetap semangat. Jangan takut ketika diancam, apalagi kalau kita membela kebenaran. Kezaliman tidak akan bertahan lama. Integritas jauh lebih mahal daripada sebuah jabatan. (Tribun Network/ Yuda).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.