TRIBUNTRENDS.COM - Dunia hiburan Hollywood tengah berduka atas wafatnya aktor senior Eric Dane. Aktor yang dikenal lewat berbagai peran ikonik ini meninggal dunia pada usia 53 tahun setelah berjuang melawan penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang dideritanya.
Kabar duka tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga, rekan sesama artis, serta para penggemarnya di seluruh dunia. Sepanjang kariernya, Eric Dane dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi terhadap dunia seni peran dan telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya di industri hiburan. Perjuangannya melawan ALS pun sempat menjadi perhatian publik karena ia tetap menunjukkan ketegaran meski kondisi kesehatannya terus menurun.
Kepergian Eric Dane meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Ucapan belasungkawa dan penghormatan mengalir dari berbagai kalangan, mencerminkan besarnya pengaruh serta jejak yang ia tinggalkan di dunia perfilman dan televisi. Ia akan selalu dikenang sebagai aktor berbakat yang karyanya menginspirasi banyak orang.
Baca juga: Artis Cantik Baru Naik Daun Tiba-tiba Jatuh Sakit lalu Meninggal, Benarkah Korban Malpraktik?
Eric Dane dikenal luas melalui perannya dalam serial populer Grey’s Anatomy dan Euphoria. Ia meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026, di usia 53 tahun.
Sebelumnya, pada April 2025, Dane secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita ALS. Pengakuan tersebut ia sampaikan sebagai bentuk kejujuran kepada publik terkait kondisi kesehatannya.
Mengutip laporan People pada 19 Februari 2026, Eric Dane meninggal dunia setelah hampir satu tahun berjuang melawan penyakit tersebut. Pihak keluarga menyebut ia wafat “setelah perjuangan berani melawan ALS”.
Dalam sebuah panel diskusi pada 2025, Dane mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk berbagi kisah perjuangannya melawan ALS kepada publik. Menurutnya, langkah itu terasa sangat penting baginya.
“Sangat penting bagi saya untuk membagikan perjalanan ini kepada sebanyak mungkin orang karena hidup saya tidak lagi hanya tentang saya,” kata Dane, seperti dikutip dari People.
Pada Juni 2025, Dane juga menggambarkan bagaimana penyakit itu terus mengingatkannya akan realitas yang harus ia hadapi setiap hari.
“Saya bangun setiap hari dan langsung diingatkan bahwa ini sedang terjadi, ini bukan mimpi,” kata Dane.
Kejujuran, keberanian, dan ketegaran Eric Dane dalam menghadapi penyakitnya menjadi bagian dari warisan yang akan selalu dikenang, seiring dengan karya-karya besar yang telah ia persembahkan untuk dunia hiburan.
Mengacu pada keterangan National Institutes of Health (NIH), amyotrophic lateral sclerosis (ALS) merupakan penyakit saraf progresif yang menyerang neuron motorik di otak serta sumsum tulang belakang.
Neuron motorik memiliki peran penting dalam mengendalikan gerakan otot sadar, termasuk aktivitas dasar seperti berjalan, berbicara, mengunyah, hingga bernapas. Ketika sel-sel saraf tersebut mengalami kerusakan dan akhirnya mati, otot tidak lagi menerima sinyal dari otak secara normal.
Kondisi tersebut menyebabkan otot secara bertahap melemah, muncul kedutan, mengalami penyusutan, dan pada akhirnya kehilangan fungsi sepenuhnya. Inilah yang membuat penderita ALS mengalami penurunan kemampuan gerak yang signifikan dari waktu ke waktu.
NIH menjelaskan bahwa ALS bersifat progresif, yang berarti gejalanya akan terus berkembang dan memburuk seiring berjalannya waktu, tanpa adanya fase pemulihan spontan. Penyakit ini berdampak serius pada kualitas hidup penderitanya karena menyerang fungsi-fungsi vital tubuh secara perlahan namun pasti.
(TribunTrends.com)