Kronologi Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dalam Kondisi Melepuh, Diduga Dianiaya Ibu Tiri dan Disuruh Minum Air Panas
Irene Cynthia February 21, 2026 12:34 PM

Grid.id - Seorang bocah 12 tahun di Sukabumi tewas dalam kondisi melepuh. Diduga ia dianiaya sang ibu tiri sampai akhirnya meninggal dunia. Bagaimana kronologi peristiwa ini?

Kabar duka datang dari Sukabumi, Jawa Barat. Seorang bocah berusia 12 tahun berinisial NS diketahui tewas dalam kondisi memilukan.

Sang bocah berasal dari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sore.

Kronologi bocah 12 tahun di Sukabumi tewas

Kronologi bermula saat sang ayah, Anwar Satibi (38) meninggalkan sang anak untuk bekerja. Saat itu, Anwar menyebut bahwa anaknya sehat dan baik-baik saja.

Melansir dari Tribun Jabar dan Kompas, usai 2 hari ditinggal, istrinya menelepon dan memberikan kabar bahwa NS demam. NS juga disebut berbicara melantur.

Anwar pun bergegas pulang ke rumah. Saat tiba di rumah, ia melihat kulit anaknya itu sudah melepuh.

Menurut penuturan sang ibu tiri, kulit melepuh itu disebabkan karena NS demam. NS pun dibawa ke RS Jampang Kulon dan masuk ICU.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, NS sempat memberitahukan sesuatu kepada ayahnya. NS mengaku disuruh minum air panas oleh sang ibu tiri hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian mengatakan bahwa tim forensik menemukan adanya luka bakar di tubuh NS. Luka itu tersebar dari beberapa bagian, mulai dari kaki kiri, punggung sampai bibir dan hidung.

“Dari hasil ditemukan, anak-anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar, juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar,” kata Carles Siagian, dilansir dari Kompas.com.

Meskipun begitu, hingga kini dokter forensik belum menyebutkan apakah ini tindak kekerasan atau bukan. Hasil tersebut hingga kini masih didalami dokter forensik.

“Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar,” lanjutnya lagi.

Selain luka bakar di luar tubuh, forensik juga menemukan bahwa paru-paru korban membengkak. Sang ayah mengaku bahwa pada tahun 2025 lalu, istrinya juga pernah melakukan KDRT kepada NS. Saat ketahuan, sang ibu tiri bersujud dan minta maaf hingga akhirnya Anwar pun luluh.

“Ini (KDRT) sudah pernah terjadi cuma dimediasi, dia (istri Anwar) sujud ke saya 'jangan lapor mamah mau tobat.' Akhirnya terjadi perdamaian. Sebetulnya laporan saya di polres belum dicabut,” jelasnya.

Anwar kini mendorong proses autopsi tetap berlanjut. Ia ingin memperjuangkan dan mengetahui fakta di balik kematian sang putra.

“Makanya saya mendorong untuk melakukan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh dan memfitnah. Tapi karena saya ingin tahu ingin memastikan," tutupnya usai terungkap kronologi bocah 12 tahun tewas di Sukabumi.

Hingga kini, kasus ini masih ditangani kepolisian dan dokter forensik untuk mengetahui penyebab kematian korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.