Viral di media sosial pengakuan bocah di Sukabumi sebelum meninggal dunia, diduga karena dianiaya ibu tirinya.
Dalam rekaman video, sang bocah terbaring lemas di rumah sakit dan membeberkan sederet dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Dalam rekaman video, NS (12) sempat tersadar dan memberi kesaksian pada sejumlah orang.
Kepada sang ayah, NS mengaku sempat diminta meminum air panas.
Bahkan bocah malang itu juga sempat bersaksi bahwa yang melakukan penganiayaan terhadapnya adalah ibu tirinya.
Dalam rekaman video, tampak ibu tiri korban sempat membantah.
Ia pun terlibat cekcok mulut dengan ayah korban seusai mendengar pengakuan dari sang bocah.
Ayah Korban, Anwar Satibi (38) mengaku meninggalkan sang anak dalam keadaan sehat saat bekerja.
Namun dua hari setelahnya, istri nya menelepon bahwa NS mengalami panas tinggi dan bicaranya ngelantur.
Sang istri berdalih, luka melepuh di badan korban karena demam tinggi yang dialaminya.
Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Kombes dr. Carles Siagian, mengungkap fakta medis yang menguatkan adanya trauma panas pada tubuh korban.
Luka bakar ditemukan di lengan, kaki kanan, kaki kiri, punggung hingga area bibir dan hidung.
Selain luka luar, tim forensik menemukan kondisi organ dalam yang tidak normal saat proses autopsi selama tiga jam.
Ayah korban, Anwar Satibi, menegaskan dirinya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada hukum.
"Saya tidak bisa menuduh sembarangan. Makanya saya ingin autopsi supaya jelas. Jika terbukti (pidana), saya ingin ada efek jera," tegasnya pada Kamis (21/2/2026).
Hingga saat ini, Polres Sukabumi masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan status hukum selanjutnya.