SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiagakan ribuan armada transportasi guna menyambut gelombang Mudik Lebaran 2026. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memprediksi 27,2 juta masyarakat akan memadati wilayah Jawa Timur.
Angka pergerakan penumpang angkutan umum di Jatim tahun ini diprediksi melonjak 5,9 persen menjadi 7,3 juta orang. Menyikapi hal ini, Khofifah menegaskan sinergi dengan berbagai stakeholder telah dilakukan demi mewujudkan angkutan lebaran yang aman, lancar, dan selamat.
Khofifah merinci kekuatan armada yang disiapkan untuk melayani pemudik di seluruh terminal, bandara, stasiun hingga pelabuhan. Berikut detail kesiapan moda transportasi di Jatim:
"Guna menyukseskan Angkutan Lebaran 2026, Pemprov Jatim telah menyiapkan ribuan armada dari berbagai moda. Kami ingin mewujudkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat," tegas Khofifah, Sabtu (21/2/2026).
Selain armada, sebanyak 8.991 personel gabungan dari Dishub Jatim, Dishub Kab/Kota, PT KAI, serta sektor laut dan ASDP disiagakan.
Guna mengurai potensi kemacetan, Pemprov Jatim akan kembali membuka jalur tol Kraksaan - Gending di Situbondo. Jalur ini vital bagi pemudik yang mengarah ke wilayah timur Jatim (Tapal Kuda). Bahkan, Khofifah menginstruksikan Pertamina menyediakan SPBU Portable di rute tersebut.
Di sektor udara, operasional Bandara Dhoho Kediri yang kini melayani penerbangan Super Airjet tiga kali seminggu dinilai sangat membantu konektivitas wilayah selatan (Mataraman).
"Beroperasinya Bandara Dhoho menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di kawasan Mataraman," harapnya.
Perhatian khusus diberikan pada Pelabuhan Ketapang yang operasionalnya beririsan dengan Hari Raya Nyepi. Penutupan pelabuhan dijadwalkan mulai Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.
"Tiap tahunnya kami kekurangan armada laut rute Jangkar ke kepulauan Sumenep. Khusus momen Nyepi besok, dibutuhkan tambahan kurang lebih tiga armada," ujar Khofifah.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya kolaborasi BPBD dan BMKG untuk mitigasi bencana hidrometeorologi, serta kesiapan fasilitas kesehatan 24 jam di posko-posko mudik.
Jawa Timur secara historis merupakan salah satu tujuan mudik terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan pada tahun-tahun sebelumnya, Jatim konsisten menempati posisi tiga besar tujuan pergerakan nasional bersama Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Kenaikan prediksi penumpang angkutan umum sebesar 5,9 persen pada 2026 ini, selaras dengan pulihnya mobilitas pasca-pandemi dan membaiknya infrastruktur Trans Jawa.
Pembukaan fungsional ruas tol di wilayah Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) seperti seksi Kraksaan-Gending menjadi kunci strategis, mengingat jalur Pantura di titik ini kerap menjadi 'leher botol' kemacetan parah di tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, kehadiran Bandara Dhoho Kediri sebagai bandara pertama di Indonesia yang dibangun swasta murni, kini mulai menunjukkan dampak signifikan dalam memecah konsentrasi penumpang yang selama ini bertumpuk di Bandara Juanda, Surabaya.
Bagi masyarakat yang berencana mudik ke Jawa Timur, berikut beberapa tips penting: