TRIBUNAMBON.COM - Hasil tangkapan nelayan di perairan Teluk Ambon kian menurun.
Tak hanya faktor cuaca, sampah disebut juga jadi penyebab.
Seperti yang dirasakan La Saru, tahun ini genap dirinya berumur setengah abad.
Separuh dari hidupnya, dia habiskan di lautan.
Baginya, keberuntungan itu soal lain, butuh perhitungan pasti; bulan, cuaca hingga pasang surut.
Namun kini, sampah jadi persoalan yang kerap dihadapi saat melepas jaring ingsang.
Sampah plastik mengapung sering tersangkut hingga menyebabkan robek.
Alhasil, ikan mudah lepas dari jerat jaring.
Baca juga: Sampah Kembali Menumpuk di Selokan Depan Gedung Pasar Mardika Ambon
Kondisi makin buruk kala musim penghujan; lumpur dan sampah masuk ke laut melalui mulut sungai, kemudian mengapung berserakan.
Tak jarang, sampah lebih banyak terjerat ketimbang jumlah ikan hasil tangkapan.
“Saat musim hujan, sampah lebih banyak dari tangkapan,” ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com di pesisir Pantai Kota Jawa, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (21/2/2026).
Jumlah tangkapan berdampak ekonomis
La Saru mengaku, rerata pendapatan dari hasil jual tangkapan sebesar Rp. 100 ribu, paling banyak Rp 300 ribu dan paling sedikit hanya beberapa ekor buat konsumsi keluarga.
Sekalipun beruntung, tak bakal lebih dari Rp. 300 ribu, lantaran sampah merusak ekosistem dan membuat ikan-ikan menjauh dari area tangkapan biasa.
Dia pun memilih untuk menjadi buruh bangunan untuk tetap mengepul asap di dapur.
Dibantu istrinya sebagai pekerja lepas, dicukup-cukupi untuk menyekolahkan anak yang baru masuk kelas 4 Sekolah Dasar.
"Kerja lepas, dimana ada panggilan," kata pria asal Sulawesi itu.
Laut Bukan Tempat Sampah
0,86 ton sampah berhasil diangkut dari kawasan perairan Teluk Ambon dalam sehari.
Bukan angka yang sedikit bagi perairan dimana nelayan menggantungkan hidup.
Diakui Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, kesadaran lingkungan warga sangat kurang.
Tak selesai sebatas imbauan, wali kota memastikan akan ditindak tegas warga yang kedapatan buang sampah sembarangan.
"Kami akan melakukan tindakan tegas untuk masyarakat yang kedapatan membuang sampah ke laut," tungkasnya.
Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon memiliki 167 angkutan darat dan 4 Unit SpeedBoat pengankut sampah yang beroperasi di teluk dalam dan luar kota beruluk manise ini. (*)