Ngintip Chef Dado Masak Nasi Goreng Cikurai di Tirtagangga Garut, Hidangan Mantap untuk Buka Puasa
Kemal Setia Permana February 21, 2026 11:40 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Aroma macam-macam bawang yang ditumis mengepul dari dapur Restoran Kurai, wanginya semerbak menyambut siapa pun yang melintas di sekitarnya.

Wajan besar di atas tungku terus beradu dengan spatula besi, menghadirkan bunyi berirama yang seolah menjadi penanda kesibukan jelang waktu berbuka puasa.

Di sanalah Nasi Goreng Cikurai diracik satu per satu oleh Chef Dado Kresnawan, dimasak dengan api besar agar bumbu meresap sempurna ke setiap butir nasi.

Restoran Kurai sendiri berada di Hotel Tirtagangga, kawasan wisata Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu pilihan tempat berbuka dengan pemandangan Gunung Cikuray.

Baca juga: Ngabuburit di Cirebon, Alun-alun Kejaksan Paling Ramai Diserbu Warga Berbagai Penjuru

Chef Dado megatakan bahwa menu nasi goreng yang dihadirkan terinspirasi dari konsep rumahan. 

Ia menyebut, ide tersebut berangkat dari kebiasaan seorang ibu yang setiap pagi memasak sarapan untuk keluarga.

Menurutnya, agar mudah diingat semua kalangan, nasi goreng tersebut tetap mempertahankan cita rasa dasar yang sederhana. 

Hanya saja, pihaknya melakukan modifikasi dengan menambahkan beberapa kondimen yang tidak biasa sehingga menghadirkan sensasi rasa yang berbeda.

"Yang jadi pembeda, kita pakai bone marrow (sumsum tulang), ada kremes, kemudian telur mentah seperti telur setengah matang yang biasa dikonsumsi," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, nama “Kurai” diambil dari nama restoran serta terinspirasi dari Gunung Cikuray yang berada tepat di hadapan lokasi usaha. 

Baca juga: Bundaran Gobras Ramai, Satlantas Polres Tasik Kota Berlakukan Sistem Buka Tutup

Gunung tersebut menjadi simbol kekhasan Kabupaten Garut dan memperkuat identitas lokal pada menu yang disajikan.

"Bahan-bahan tadi itu semua itu diaduk, sehingga nasi gorengnya lebih gurih dan agak sedikit basah, tapi tetap enak," ungkapnya.

Terkait menu rahasia, chef menegaskan tidak ada resep khusus yang disembunyikan. Ia mengatakan, kunci utamanya terletak pada teknik memasak dan cara mengolah bumbu agar lebih melekat di lidah masyarakat.

Untuk proses pembuatannya sendiri, satu porsi nasi goreng hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit.

"Sejak pertama kali buka, Nasi Goreng Kurai ini banyak dipesan oleh tamu yang datang, sejak awal memang sengaja dibuat untuk mengingatkan nasi goreng buatan ibu di rumah," ungkapnya.

Nasi Goreng Cikurai sendiri dibandrol dengan harga Rp. 68.000 perporsi, selain itu menikmati kuliner juga bisa mencoba Nasi Goreng ayam dan Nasi Goreng Seafood yang dibanderol Rp.38.000.

Pengunjung Restoran Kurai, Nisa (20), mengatakan penyajian Nasi Goreng Kurai terbilang unik karena memadukan sumsum tulang, kremes, dan telur mentah dalam satu sajian.

Ia menjelaskan, petugas restoran nantinya akan membantu mengaduk seluruh bahan tersebut bersama nasi hingga tercampur merata dan siap disantap pengunjung.

"Ini penyajiannya unik, bisa diaduk sendiri atau diaduk oleh chef. Rasanya enak dan aku merekomendasikan ini ke semua orang," ungkapnya.

Menurut Nisa, pengalaman bersantap di restoran tersebut semakin lengkap karena pengunjung dapat menikmati suasana sore hari dengan panorama Gunung Cikuray yang tampak megah dari meja makan. 

Ia menuturkan, pemandangan pegunungan yang terlihat jelas itu menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat cuaca cerah menjelang matahari terbenam.

"Pokoknya rasanya nikmat banget, bikin nagih ditambah dengan pemandangan alam Garut yang indah dengan Gunung Cikuraynya," ujar Nisa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.