PANGKEP, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sedikitnya 11 desa dan kampung pesisir di Mandalle, Pangkep dan Tanete Rilau, Barru, Sabtu (21/2/2026) malam, dilaporkan terendam banjir, menyusul hujan deras sejak Jumat (20/2/2026) sore.
Hingga Minggu (22/2/2026) dini hari, Air bah masih meluap hingga ke ruas jalan poros Makassar - Parepare ini.
Hujan masih mengguyur bersamaan air pasang laut, kian memicu rasa was-was warga.
Otoritas kebencanaan dari dua kabupaten bertetangga ini juga dilaporkan siaga.
Arus lalulintas di empat desa di wilayah perbatasan Pangkep dan Tabete Rilau, Barru ini macet total.
Dua pohon peneduh bahu jalan, di Mandalle juga dilaporkan tumbang dan batangnya memalang jalan poros.
Puncak macet sejak lepas shalat Isya.
Kemacetan mulai di kilo meter 78 hingga kilometer 86 di jalan poros trans utara Sulawesi ini.
Aktivitas ibadah di hari ketiga Ramadan 1447 hijriyah warga juga dilaporkan terhambat.
Belasan masjid dan musallah, di bahu jalan poros dan kampung-kampung bantaran sungai memilih tak menggelar ibadah tarawih.
Sekretaris Camat Mandalle Andi Rifai S (53), mengkonfirmasikan bencana hydrometrologi tahunan ini sudah merendam parsial enam desa.
"Sejak sebelum buka puasa, air sudah naik ke jalan," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu malam.
Pamong senior ini menyebut, genangan air terparah di depan SMP Mandalle, dan kampus Politeknik Pangkep.
Hingga Minggu (22/2/2026) dini hari, hujan skala ringan masih mengguyur.
Air bah juga belum surut.
Keenam desa di Kecamatan Mandalle ini antara lain; Benteng, Boddie, Coppo Tompong, Mandalle, Manggalung, Tama,rupa.
Efek kemacetan hingga kawasan tugu perbatasan di pesisir di Tanjung Butung.
Sedangkan di wilayah Barru, efek hujan deras dan air pasang juga merendam desa Lasitae, Pancana,
Corawali, dan Garessi.
Warga di Sebagian wilayah dataran rendah di Lalabata, Lasitae, Lipukasi, dan, Pao-Pao, dan Tellumoanpanua, juga mulai siaga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diprediksi mengguyur wilayah Indonesia pada 21-23 Februari.
Dilansir dari akun instagram resmi BMKG, daerah dengan potensi hujan sedang-lebat pada 21 Februari adalah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan. (*)