Air Belum Surut hingga Dini Hari, Warga Mandalle Pangkep dan Tanete Rilau Barru Siaga
Hasriyani Latif February 22, 2026 01:04 AM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Air bah yang meluap ke ruas jalan poros Makassar-Parepare, Sulawei Selatan sejak Sabtu (21/2/2026) malam belum juga surut hingga Minggu (22/2/2026) dini hari. 

Warga di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, dan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, was-was.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak Jumat (20/2/2026) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diprediksi mengguyur wilayah Indonesia,  mulai Sabtu 21 hingga Senin 23 Februari 2026.

Sedikitnya 11 desa dan kampung pesisir di Mandalle dan Tanete Rilau dilaporkan terendam banjir, menyusul hujan deras sejak Jumat (20/2/2026) sore.

Otoritas kebencanaan dari dua kabupaten bertetangga ini juga dilaporkan siaga.

Arus lalu lintas di empat desa di wilayah perbatasan Pangkep dan Tabete Rilau, Barru ini macet total.

Dua Pohon peneduh bahu jalan tumbang dan batangnya memalang jalan poros.

Puncak macet sejak lepas Salat Isya.

Baca juga: 2 Desa Terendam Banjir di Luwu, 32 Rumah di Ponrang Tergenang

Kemacetan mulai di kilometer 78 hingga kilometer 86 di jalan poros trans utara Sulawesi ini. 

Aktivitas ibadah di hari ketiga Ramadan 1447 hijriyah warga juga dilaporkan terhambat. 

Belasan masjid dan musalla, di bahu jalan poros dan kampung-kampung bantaran sungai memilih tak menggelar ibadah tarawih.

Sekretaris Camat Mandalle, Andi Rifai S (53), mengkonfirmasikan bencana hydrometrologi tahunan ini.

"Sejak sebelum buka puasa, air suah naik ke jalan," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu malam.

Dia menyebut, genangan air terparah di depan SMP Mandalle, dan kampus Politeknik Pangkep.

Hingga Minggu (22/2/2026) dini hari, hujan skala ringan masih mengguyur.

Air bah juga belum surut. 

Keenam desa di Kecamatan Mandalle ini antara lain, Benteng, Boddie, Coppo Tompong, Mandalle, Manggalung, Tama'rupa.

EFek kemacetan hingga kawasan tugu perbatasan pesisir di Tanjung Butung.

Sedangkan di wilayah Barru, efek hujan deras dan air pasang juga merendam desa Lasitae, Pancana, Corawali, dan Garessi.

Warga di sebagian wilayah dataran rendah di Lalabata, Lasitae, Lipukasi, dan, Pao-Pao, dan Tellumoanpanua, juga mulai siaga.

Dilansir dari akun instagram resmi BMKG, daerah dengan potensi hujan sedang-lebat pada 21 Februari antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.