Viral Nenek di Musi Rawas Jadi Korban Penipuan Travel Umrah, Tragis Terkatung-katung di Jakarta
Fadhila Rahma February 22, 2026 11:42 AM

 


SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU
- Sebuah video dugaan penipuan travel Umrah viral di media sosial (Medsos) Kota Lubuklinggau Sumsel.

Video dari akun Facebook bernama Endi Semeteh mendadak viral dan telah ditonton ratusan ribu kali.

Video tersebut mengisahkan dugaan penipuan umrah yang dialami seorang nenek bernama A Rivai, warga Musi Rawas, oleh sebuah biro perjalanan bernama Umi Travel di Kota Lubuklinggau.

Dengan penuh emosi, Endi menceritakan bagaimana nenek A Rivai bersama rombongan berjumlah 20 orang berangkat dari Palembang pada 4 Februari lalu dengan harapan besar bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci. 

Baca juga: Karma Bripda Masias Oknum Brimob Pukul Siswa SMP Pakai Helm hingga Tewas, Kapolda sampai Minta Maaf

Dalam perjanjian, mereka dijanjikan berangkat menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah umrah.

Namun kenyataan pahit harus mereka telan. Alih-alih terbang ke Jeddah, rombongan tersebut hanya sampai di Jakarta. 

"Di ibu kota, mereka justru terlantar hingga 15 hari tanpa kepastian keberangkatan," ujarnya dalam video.

Situasi semakin memilukan. Dari 20 orang rombongan, hanya 12 orang yang akhirnya bisa berangkat umrah. Itupun bukan melalui travel yang sama.

"Kedua belas orang tersebut terpaksa mencari travel lain dan kembali menyetor uang untuk kedua kalinya. Bahkan, disebutkan ada dua orang yang harus menambah dana hingga sekitar Rp70 juta agar bisa tetap berangkat," ungkapnya.

Sementara itu, nenek A Rivai tak seberuntung yang lain. Ia harus pulang ke Musi Rawas dari Jakarta menggunakan uang pribadi, membawa pulang kekecewaan yang mendalam. 

Uang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit demi bisa beribadah ke Tanah Suci, kini seakan lenyap tanpa kepastian.

Keluarga korban kini berharap ada itikad baik dari pihak Umi Travel untuk bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh kerugian yang dialami. 

Mereka juga meminta pemerintah daerah turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan ini agar tidak ada lagi masyarakat kecil yang menjadi korban janji manis perjalanan ibadah.

“Jangan hanya janji-janji manis,” tegas keluarga korban, menuntut kejelasan dan pengembalian dana yang menjadi hak mereka.

Ditempat terpisah, wartawan Sripoku.com tengah mencoba mengkonfirmasi via WA, namun belum ada jawaban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.