Persib Tutup Tribun Selatan GBLA Usai Laga Ratchaburi, Deputy CEO: "Mari Jaga Marwah Klub"
Muhamad Syarif Abdussalam February 22, 2026 02:40 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertandingan kontra Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 meninggalkan jejak emosional yang kuat bagi keluarga besar Persib Bandung.

Atmosfer kompetisi Asia kala itu memantik antusiasme tinggi. Harapan untuk melihat tim berbicara banyak di level internasional terasa begitu besar dari seluruh elemen pendukung.

Di tengah tensi yang memuncak, sejumlah peristiwa tak diinginkan terjadi di stadion. Ada aksi pemanjatan pagar pembatas tribun. Sejumlah benda dilemparkan. Petasan dinyalakan.

Bahkan terjadi pitch invasion yang melibatkan sebagian oknum suporter. Rangkaian insiden tersebut menjadi catatan penting, terlebih karena laga digelar dalam ajang Asia yang membawa identitas klub, Kota Bandung, hingga nama Indonesia.

Manajemen Persib menyadari bahwa gejolak emosi merupakan bagian yang kerap hadir dalam sepak bola.

Namun klub menegaskan bahwa keselamatan pemain, ofisial, dan penonton adalah prioritas utama. Setiap tindakan yang berpotensi membahayakan tentu tidak bisa dibiarkan dan harus menjadi refleksi bersama.

“Sepakbola seharusnya tetap menjadi ruang dukungan yang positif, aman, dan membanggakan bagi semua pihak,” kata Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat melalui pernyataan resmi di laman klub, jelang laga Persib Vs Persita, 22 Februari 2026.

LAGA PERSIB - Suasana di luar Stadion GBLA saat Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu (11/1/2026).
LAGA PERSIB - Suasana di luar Stadion GBLA saat Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu (11/1/2026). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sebagai respons konkret agar kejadian serupa tidak terulang, manajemen mengambil langkah tegas terhadap pengaturan di Stadion GBLA. 

Penutupan sementara diberlakukan untuk tribun selatan serta VIP Barat Selatan sektor D dan E. Kebijakan ini mulai diterapkan pada laga Persib melawan Persita Tangerang, Minggu, 22 Februari 2026, dan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.

Selain itu, evaluasi menyeluruh tengah dilakukan. Investigasi internal digelar untuk meninjau seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan. Pembenahan akan dijalankan secara bertahap dan lebih mendalam demi memastikan laga-laga berikutnya berlangsung dalam kondisi aman, nyaman, serta tertib.

Manajemen menegaskan keyakinannya bahwa dukungan bobotoh selama ini adalah energi utama tim. Karena itu, klub mengajak seluruh suporter untuk menjaga nama baik bersama.

“Kami percaya, semangat bobotoh selama ini selalu menjadi kekuatan utama Persib. Karena itu, mari kita jaga bersama marwah klub ini dengan menunjukkan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab, agar sepakbola tetap menjadi ruang kebanggaan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," katanya.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh manajemen sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen menjaga iklim kompetisi yang sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.