Artis Dijuluki Ratu Horor Meninggal Mendadak, Sang Suami Sempat Dicurigai Jadi Dalang Pembunuhannya
Eri Ariyanto February 22, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - 17 tahun lalu tepatnya pada hari Rabu, 15 Oktober 2008, Suzzanna Martha Frederika van Osch meninggal dunia.

Kala itu, dunia hiburan Tanah Air sangat berduka atas meninggalnya Suzzanna Martha Frederika van Osch, seorang artis yang dikenal luas dengan julukan "Ratu Horor Film Indonesia".

Kepergiannya yang penuh tanda tanya memicu berbagai spekulasi, termasuk kecurigaan keluarga terhadap sang suami yang sempat disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan.

Kasus ini pun langsung menyedot perhatian, seiring terungkapnya fakta-fakta mengejutkan di balik kematian sang artis.

Baca juga: Aktor Kondang Tewas Diduga Depresi hingga Overdosis, Nyawa Melayang saat Kariernya Bersinar Terang

Kematian 'Ratu Film Horor Indonesia', Suzzana, menjadi salah satu kematian artis yang meninggalkan misteri.

Anak kandung dan keluarga sang ratu film horor menaruh curiga terhadap suami mendiang Suzzanna, Clift Sangra.

Meski begitu, setelah 12 tahun berlalu semenjak kematian Suzzana, publik masih dibuat penasaran.

Suzzana sendiri diketahui memiliki sejumlah cerita unik dan penuh misteri.

Mulai dari hobinya makan kembang, hingga kepergiannya yang mendadak, masih meninggalkan pertanyaan di benak penggemar.

Sang suami, Clift Sangra bahkan disebut-sebut sebagai dalang atas kematian Suzanna.

Hal ini bermula ketika seorang pekerja di rumah Clift dan Suzanna membuat pengakuan mengejutkan.

Pembantu rumah tangga tersebut berkata bahwa Clift Sangra pernah memerintahkan dirinya untuk membunuh Suzzanna.

Seperti yang diketahui, Suzanna meninggal dua hari usai hari ulang tahunnya yang ke-66, pada hari Rabu, 15 Oktober 2008 sekitar pukul 23.15 WIB di Magelang.

Jenazahnya dimakamkan di TPU Giriloyo esok harinya pukul 09.30 WIB tanpa upacara besar.

Rumah Suzzanna terbengkalai
Rumah Suzzanna terbengkalai (YouTube via TribunStyle)

Suzzanna dan Clift Sangra

Anehnya, anak kandung, keluarga besar Suzanna dan keluarga besar mantan suami Suzanna sebelum Clift Sangra tak mengetahui kematiannya sama sekali.

Keluarga dan orang-orang, baru mengetahui kematian Suzanna setelah jenazahnya sudah dimakamkan.

Ketika hari kematian, Clift sempat mengatakan Suzanna meninggal dunia tiba-tiba setelah minum susu malam hari.

Ia mengaku sempat berbincang-bincang dengan Suzanna lalu ia segera menghubungi dokter pribadinya ketika melihat tanda-tanda kematian sang istri.

Dokter pribadinya, dr Mia Pramudianti dan suaminya dr Hasman Budiono sempat melakukan visum et repertum guna memastikan Suzanna telah meninggal dunia.

Kematian tersebut memicu perdebatan antara sang suami, Clift Sangra dengan anak kandung Suzzanna, Kiki Maria.

Dikutip dari Tribun Bali, masalah warisan itu juga sempat menimbukan isu Clift merencanakan pembunuhan Suzzana dengan menyewa pembunuh bayaran dan memberi imbalan sebesar Rp 50 juta.

Dikutip Grid.ID, tiga Asisten Rumah Tangga (ART) Suzzanna dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Magelang, Senin (6 Maret 2006), mengaku disuruh terdakwa Clift Andre Natalia atau Clift Sangra untuk membunuh Suzzanna yang saat itu berstatus sebagai istri Clift sendiri.

Pengakuan itu disampaikan secara bergantian oleh Yusman, Wahyu Rifai dan Bayu Ponco Nugroho dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap suami Kiki Maria, Abriyarso Priharto Boyoh.

Sidang pada hari itu membahas tentang kasus penganiayaan yang terjadi pada 14 November 2005 saat Clift-Suzzanna mengunjungi rumah Abriyaro-Kiki di Armada Estate Kramat Magelang Utara.

Ketika itu, Clift ingin mengonfirmasi kabar rencana pembunuhan itu.

Pembicaraan keluarga itu memanas dan berujung penembakan dengan pistol berpeluru karet oleh Clift terhadap Abriyarso.

Akibatnya, suami Kiki Maria itu mengalami luka di bagian perut dan dirawat di RST dr Soedjono Kota Magelang.

Salah satu pembantu Suzzanna, Yusman mengaku jika pada bulan Maret-April Clift menyuruh dirinya membunuh Suzzanna karena hubungan pasangan suami-istri keduanya yang telah berjalan selama 22 tahun tidak harmonis.

Namun Yusman menolak permintaan suami Suzzanna itu meski dijanjikan istri dan anaknya dijamin kehidupannya oleh Clift bila dirinya di penjara.

Sayangnya, hingga kini misteri kematian Suzanna tetap belum terjawab.

Tak ada tanggal kematian di batu nisan

Semasa hidup mendiang artis Suzanna identik dengan segala hal yang misterius.

Bahkan hingga akhir hayat, Suzanna masih terus membuat banyak orang penasaran.

Sebut saja tak ada tulisan tanggal kematian di batu nisan Suzanna, yang membuat banyak orang penasaran.

Melansir dari tayangan Rumpi No Secret edisi (19/9/2018), di atas makam berkeramik cokelat tersebut hanya menuliskan nama lengkap Suzana dan tanggal lahirnya saja.

Sekilas makam Suzanna memang terbilang paling besar di antara makam yang lain.

Hal ini dikarenakan Suzanna dimakamkan dalam satu liang lahat bersama sang putra, Ari Adrianus dan kakaknya Irene Beatrix Van Osch.

Akhirnya Clift Sangra ungkap teka-teki soal tidak adanya tanggal kematian Suzanna di makamnya.

Bersama Feni Rose, akhirnya Clift Sangra mengurai fakta soal kematian Suzanna yang masih menyisahkan teka-teki.

Clift Sangra mengaku saat itu, Suzanna telah memberikannya beberapa wasiat jika suatu saat nanti ia tiada.

Salah satunya Suzanna meminta agar ketika ia meninggal dunia, pemakamannya harus berlangsung secara tertutup.

Selain itu rupanya ada satu wasiat lagi yang akhirnya menjadi jawaban atas teka-teki makam Suzanna tanpa adanya tanggal kematiannya.

Siapa sangka, dua tahun sebelum Suzanna meninggal dunia, sang artis telah meminta dibuatkan makam oleh sang suami.

Bahkan artis bernama lengkap Suzzanna Martha Frederika van Osch ini menuliskan sendiri rancangan makam untuknya nanti.

Di sebuah kertas HVS, Suzanna menggambarkan bagaimana tempat peristirahatannya yang terakhir.

"Dua tahun sebelum Suzanna meninggal, itu makam sudah dibangun.

Permintaan Suzanna dua tahun sebelum meninggal, "Minta tolong bikinin kuburan buat saya seperti ini," ungkap Clift di depan Feni Rose.

"Dia minta kertas HVS, dia gambar, 'saya mau di atasnya ada keramik warna coklelat, di bawahnya batu-batu kali, tulisannya seperti ini," tambahnya.

Saat itu Clift Sangra lantas melaksanakan seperti yang diinginkan sang istri.

Meski saat itu Suzanna masih hidup.

Hingga akhirnya dua tahun setelah itu, sang legendaris menghembuskan nafas terakhirnya.

Rupanya saat Suzanna dimakamkan, sang tukang grafir keramik tak menemukan sumber listrik untuk mengukir tanggal meninggalnya sang artis.

"Dulu itu (keramik kuburan) sudah digrafir, kan belum meninggal, jadi (tanggal kematian) dikosongin aja dulu.

Pada saat itu kita enggak terpikir, ya udah nanti kalau udah meninggal baru ditulis," cerita Clift.

"Saat Suzana meninggal, Clift memanggil tukang grafir untuk menuliskan tanggal kematian Suzana.

Begitu meninggal, saya panggil tukang grafirnya,

'Pak tolong ditulis tanggalnya 15 Oktober meninggal'.

'(Tukang grafirnya bulan) Pak, enggak ada listrik di kuburan, grafirnya gimana? Enggak bisa pak, saya butuh listrik'."

Rupanya lantaran itulah hingga saat ini tanggal kematian Suzanna tidak pernah terukir di batu nisannya.

Kini 12 tahun sudah Suzanna berpulang, namun sosoknya dan segudang karyanya seolah masih melekat diingatan para penggemarnya.

Clift Sangra pun kini telah melanjutkan hidupnya bersama sang istri tercinta, Nana Mahliana Hasan.

Menikah lagi setelah Suzanna meninggal rupanya bukan keinginan Clift Sangra.

Mantan aktor laga ini mengaku bahwa wasiat Suzanna-lah yang memintanya untuk kembali menikah jika dirinya telah tiada.

Tak hanya meminta Clift Sangra untuk menikah, Suzanna rupanya juga meminta agar suaminya memiliki anak kandung.

"Gini saya menikah lagi itu juga amanahnya bunda (Suzzanna).

Pertama untuk jadikan anak angkat kita jadi TNI."

"Kedua saya harus menikah lagi.

Punya istri yang sayang sama saya.

Punya anak kandung.

Kamu harus punya anak kandung," ungkap Clift Sangra kepada sang host, Feni Rose. 

(TribunNewsmaker.com/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.