Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Nenek Tema dan suaminya Rivai warga Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumsel menjadi korban penipuan biro perjalanan travel umroh dan haji dari Lubuklinggau.
Tema dan Rivai sempat terkatung-katung di Jakarta selama 15 hari, sebelum akhirnya pulang ke Musi Rawas.
Alasannya Tema dan Rivai tak kunjung berangkat ke tanah suci karena visa yang tak kunjung keluar.
Ceritanya bermula, setelah nenek Tema dan suaminya menabung cukup lama, setelah tabungannya dirasa cukup, nenek Tema dan suaminya berniat untuk berangkat umroh.
Kemudian sebagai tambahan nenek Tema dan suaminya dibantu hasil patungan dari anak-anaknya.
Kebetulan adik suami nenek Tema itu ada yang tinggal di Kota Lubuklinggau, melalui perantara adiknya itu dicarikanlah travel umroh.
"Dicarilah di Linggau dapat, namanya Umi Travel," kata Deni warga se-dusun dengan nenek Tema saat dihubungi Tribunsumsel.com, Minggu (22/2/2026).
Setelah itu, pemilik Umi Travel suami istri datang langsung ke Desa Semeteh menemui nenek Tema dan suaminya serta keluarganya, saat datang keduanya sudah membawa koper.
"Alasannya saat itu mau ke Palembang dan mampir. Mereka mampir sudah membawa koper, setelah bertemu keluarga langsung menjanjikan keberangkatan, keluarga pun percaya , lalu dikasih DP Rp.20 juta," ungkapnya.
Kemudian, setelah uang diterima, kedua pasutri tersebut meminta sejumlah persyaratan, tanpa rasa curiga pihak keluarga pun menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan yang diminta.
Seiring berjalannya waktu, ada informasi bila travel Umi Travel mengalami sedikit masalah, pihak keluarga yang khawatir kemudian menyusul ke Lubuklinggau.
"Tujuannya untuk mempertanyakan itu, setelah bertemu dan pemilik travel itu sanggup bersumpah segala macam, menyatakan informasi itu tidak benar," ungkapnya.
Selanjutnya, di hari-hari berikutnya terjadi kesepakatan keberangkatan dan dilakukan pelunasan biaya seluruhnya hingga totalnya mencapai Rp. 40.
"Kemudian berangkatlah 20 orang termasuk nenek Tema dan suaminya, mereka berangkat dari dari Palembang. Tapi dari Jakarta yang berangkat hanya 12 orang itu pun mereka pakai biaya sendiri," ujarnya.
Sementara, pemilik Umi Travel, Yenni ketika dikonfirmasi via telpon dan WhatsApp pribadinya tak memberikan respon sama sekali, meski nomornya aktif.