TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelita Medan Soccer terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 4 Sumatera Utara tahun 2026. Klub yang selama ini dikenal konsisten melakukan pembinaan usia dini itu memastikan tetap ambil bagian dengan kekuatan utama berasal dari pemain hasil didikan internal.
Pada musim ini, Pelita Medan Soccer akan bersaing dengan 17 klub lainnya, yakni PS Kwarta FC, Gumarang FC, PS Taruna Satria, Paya Bakung FC, Binjai City Sport Club, Brimo FC Langkat, Gunungsitoli Kodha, PS Harjuna Putra, PS TGM, Satria Muda, Tanjung Balai United, Muspika FC, Poslab Labuhan Batu, Batubara United, Batak United, Ratu FC, dan Agtagana United. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan waktu persiapan yang relatif singkat, persaingan diperkirakan berlangsung ketat dan merata.
Founder Pelita Medan Soccer, Benny Tomasoa, menegaskan bahwa persiapan tim tidak dilakukan secara instan menjelang kompetisi. Ia menyampaikan bahwa fondasi tim dibangun melalui proses pembinaan berkelanjutan dari kelompok usia dini hingga level senior.
“Persiapan kami tetap pembinaan, dari usia dini sampai ke senior. Yang pasti kita tetap mengikuti Liga 4 tahun ini karena kita sudah melakukan pembinaan dengan mengandalkan pemain-pemain yang sudah kita bina,” kata Benny kepada Tribun Medan, Rabu (18/2).
Pria yang akrab disapa Bento itu menjelaskan, komitmen pembinaan tersebut membuat Pelita tidak perlu terburu-buru membentuk tim baru setiap kali kompetisi akan digelar. Ia menuturkan bahwa mayoritas pemain muda yang memperkuat skuad musim ini merupakan hasil binaan akademi sendiri yang sudah ditempa dalam jangka waktu panjang. “Kalau pemain muda dari binaan kita semua. Mungkin ada beberapa pemain senior dari luar untuk menambah pengalaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kehadiran pemain senior dari luar hanya sebagai pelengkap untuk memberikan keseimbangan dan pengalaman bertanding kepada para pemain muda. Namun secara umum, identitas tim tetap bertumpu pada hasil pembinaan internal.
Ia juga kembali menegaskan bahwa Pelita Medan Soccer bukan tim yang muncul hanya ketika kompetisi dimulai. Menurutnya, struktur organisasi, program latihan, hingga pembinaan pemain sudah berjalan lama dan konsisten setiap tahun. “Tim ini sudah terbentuk lama. Pelita bukan hanya saat mau kompetisi baru terbentuk, kita terus berjalan,” katanya.
Terkait target di Liga 4 Sumut 2026, Benny memilih bersikap realistis. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya ingin melihat terlebih dahulu perkembangan tim dan dinamika persaingan sebelum berbicara lebih jauh mengenai capaian akhir.
“Target saya lihat dulu perkembangan di Liga 4 seperti apa. Intinya kami ini pembinaan pemain. Sampai saat ini pemain-pemain kita sudah ada yang bermain di Liga 1 dan Liga 2, rata-rata di Pulau Jawa. Jadi target kita sebaik mungkin apa yang bisa didapatkan,” ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa keberhasilan sejumlah pemain binaan Pelita menembus Liga 1 dan Liga 2 menjadi bukti bahwa fokus pembinaan yang dijalankan selama ini membuahkan hasil. Oleh karena itu, orientasi utama klub tetap pada pengembangan pemain jangka panjang.
Meski demikian, Benny tidak menampik bahwa setiap tim tentu memiliki keinginan untuk meraih gelar juara. Namun ia menegaskan bahwa Pelita tidak ingin terbebani target yang terlalu tinggi dan memilih menjalani proses secara bertahap. “Kalau niat orang pasti mau juara. Tapi kita niatnya pembinaan. Kita berjalan saja, semua tergantung dari pemain,” tambahnya.
Baca juga: Runner-up Liga 4 Sumut 2025, PS Kwarta Mulai Matangkan Persiapan Musim 2026
Relatif Berimbang
BENNY Tomasoa menilai peta persaingan Liga 4 Sumut musim ini relatif berimbang. Ia menyoroti bahwa hanya beberapa klub yang menjalankan pembinaan secara konsisten sepanjang tahun, sementara sebagian lainnya baru aktif melakukan perekrutan ketika kompetisi akan dimulai.
“Liga 4 ini hanya beberapa klub yang pembinaannya berjalan terus. Ada juga yang kalau mau kompetisi baru cari pemain ke sana ke sini. Sepak bola itu tidak boleh instan, harus ada persiapan, apalagi waktu kompetisi sangat mepet,” tegasnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan filosofi pembinaan jangka panjang, Pelita Medan Soccer bertekad tampil maksimal di Liga 4 Sumut 2026. Tanpa tekanan target juara, klub ini berharap proses yang konsisten dapat kembali melahirkan talenta-talenta muda potensial dari Sumatera Utara yang mampu bersaing di level lebih tinggi. (cr29/Tribun-Medan.com)