TRIBUNNEWS.COM - Persaingan di zona degradasi Super League 2025/2026 (Liga 1) semakin panas menjelang akhir musim.
Beberapa laga pekan ke-22 menghadirkan hasil kontras bagi tiga tim juru kunci di papan klasemen.
Persijap Jepara berhasil mencuri poin penting dengan kemenangan meyakinkan, Semen Padang bangkit dramatis di menit akhir, sementara Persis Solo terus terjebak dalam ratapan tanpa kemenangan di kandang sendiri.
Meski begitu hasil dari pertandingan pekan ke-22 ini masih membuat ketiganya masih berkutat di posisi 16-18 klasemen, dengan Persis Solo tetap di dasar juru kunci.
Persijap Jepara tampil ganas di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (21/2/2026), mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1.
Ini menjadi kemenangan krusial yang membantu mereka mendekati zona aman.
Saat ini, Persijap Jepara berada di peringkat ke-16 dengan memiliki 18 poin.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu memiliki koleksi poin yang sama dengan PSBS Biak yang berada di zona nyaman.
Artinya, kini peluang Persijap untuk keluar dari keluar dari zona degradasi terbuka lebar jika mampu konsisten hingga akhir musim.
Selain itu, permainan para pemain Persijap yang menunjukkan semangat juang tinggi seperti laga melawan Persebaya juga menjadi modal apik bagi tim asuhan Mario Lemos tersebut.
Baca juga: Milo Out Menggema di Stadion Manahan, Milomir Seslija Santai Tanggapi Tuntutan Suporter Persis Solo
Di Stadion Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026), Semen Padang bermain imbang 2-2 melawan Malut United dalam laga penuh drama.
Unggul 2-0 lebih dulu, Malut United nyaris membawa pulang tiga poin, tapi Semen Padang bangkit di akhir pertandingan.
Gol-gol dicetak oleh Tyronne Del Pino (menit 21) dan Nilson Junior (menit 40) untuk Malut United. Kemudian Kianz Froese (menit 87) dan Maicon (menit 90+1) untuk Semen Padang.
Hasil imbang ini memberi satu poin berharga bagi Semen Padang yang kini memiliki 16 poin dari 22 laga.
Selain itu, hasil tersebut juga membantu mereka bertahan di peringkat 17 dan tetap dalam perebutan keluar dari zona degradasi.
Kini Semen Padang hanya berselisih dua poin dari PSBS yang berada di zona aman.
Potret permain semangat pantang menyerah dari Semen Padang di babak kedua menjadi harapan baru bagi Kabau Sirah.
Persis Solo kembali gagal meraih kemenangan di kandang, ditahan imbang 1-1 oleh PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026) malam.
Persis sejatinya mampu unggul lebih dulu melalui gol Dimitri Lima di menit ke-30. Namun mampu disamakan melalui tandukan Luquinhas di menit ke-81.
Hasil ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan di rumah selama sekitar 10 bulan.
Terakhir kali Persis meraih kemenangan di kandang yakni pada 27 April 2025 saat mengalahkan Persita Tangerang 1-0 di musim lalu.
Stadion Manahan, markas Persis, seolah-olah dikutuk dengan rekor tanpa kemenangan kandang, membuat Persis menjadi satu-satunya tim di Liga 1 yang belum meraih tiga poin di depan pendukung sendiri musim ini.
Saat ini, Persis berada di dasar klasemen dengan hanya 13 poin dari 22 laga (2 menang, 7 imbang, 13 kalah).
Musim ini, dari 11 laga kandang, Persis hanya meraih 4 imbang dan sisanya kekalahan.
Hasil ini memperburuk posisi Persis di peringkat 18, semakin jauh dari zona aman (terpaut 5 poin).
Suporter terus kecewa, sementara tim harus segera membenahi finishing dan mental di laga-laga krusial mendatang.
Jika tak mampu segera bangkit di sisa pertandingan putaran kedua, bukan tidak mungkin Persis menjadi tim pertama yang dipastikan terdegradasi dari Super League.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)