TRIBUNJAKARTA.COM - Bek kiri Persija Jakarta, Shayne Pattynama, akhirnya merasakan atmosfer kandang Macan Kemayoran di Jakarta International Stadium (JIS).
Namun, pengalaman perdananya itu menyisakan catatan tersendiri.
Pemain naturalisasi tersebut tampil saat Persija menjamu PSM Makassar pada pekan ke-22 Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026). Dalam laga tersebut, Persija menang 2-1.
Meski timnya meraih tiga poin, Shayne tak menutup mata terhadap sejumlah hal yang menurutnya perlu perhatian.
Shayne mengakui JIS merupakan stadion yang impresif dari segi bangunan dan fasilitas.
Ia terkesan dengan desain serta atmosfer yang tercipta di dalamnya.
“Bagus, itu sangat bagus. JIS adalah stadion yang sangat bagus,” ujar Shayne dikutip dari BolaSport.com, Minggu (22/2/2025).
Akan tetapi, ia berbicara jujur soal kualitas rumput yang dinilainya belum optimal untuk pertandingan kompetitif.
“Lapangannya tidak terlalu bagus sejujurnya,” kata pemain berusia 27 tahun tersebut.
Shayne tetap berharap bisa lebih sering tampil di JIS.
Namun, ia juga mengaku menikmati kesempatan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), markas kebanggaan sepak bola nasional yang sebelumnya sempat menjadi kandang Persija.
Menurutnya, di mana pun bermain, dukungan suporter selalu menjadi energi tambahan.
“Namun, stadion itu sendiri sangat cantik,” tegas Shayne.
“Saya ingin bermain lebih banyak laga di JIS, juga di GBK tentu saja. Itu sangat menyenangkan,” jelasnya.
Tak hanya membahas stadion, mantan pemain Buriram United itu juga membandingkan atmosfer kompetisi di Indonesia dengan Thailand, tempat ia berkarier sebelum hijrah ke Jakarta.
Pemain yang pernah merumput di Eropa tersebut menilai karakter permainan di Indonesia memiliki intensitas tinggi dan menguras tenaga.
“Seperti yang saya katakan, liga di sini sangat fisikal dan cepat. Banyak pemain yang sering naik dan turun. Hal itu sangat menuntut,” ungkap Shayne.
Ia juga menegaskan kualitas kompetisi Tanah Air tak bisa dipandang sebelah mata.
“Namun, kualitas liga di sini sangat bagus. Banyak sekali pemain bagus di sini. Tidak ada satu pun laga yang mudah di sini.”
Bagi Shayne, adaptasi bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga memahami dinamika permainan yang berbeda di setiap negara.
Baca juga: "Allah Beri Kekuatan" Terbongkar Cerita Bintang Persija Alaaeddine, Main Tetap Ngebut Meski Puasa
Baca juga: Cetak Gol Perdana, Striker Persija Asal Maroko Ungkit Kekuatan Lebih di Bulan Ramadan: Alhamdulillah
Baca juga: Persija Tekuk PSM 2-1: Dua Pelatih Kecewa VAR Tak Aktif, Souza Akui Ceroboh Terima Kartu Kuning