Alami Sakit, Bayi 7 Bulan di Pulau Komodo Manggarai Bart Dievakuasi Darurat ke Labuan Bajo
Hilarius Ninu February 22, 2026 08:47 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO -Bayi tujuh bulan dari Pulau Komodo, Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT terpaksa dievakuasi darurat ke IGD RSUD Komodo, karena mengalami pneumonia berat disertai distres napas dan gastroenteritis akut (GEA).

Bayi tersebut diketahui bernama Nurkhalifa, anak dari pasangan Kartika dan Arfi. Pada Sabtu (21/2/2026), pukul 13.30 Wita, karena akses transportasi yang sulit mereka kemudian dibantu petugas Padar Haritage Conservation (PHC) menggunakan rib milik PHC.

Dalam situasi darurat dan genting ditambah tidak adanya sepadboat ambulance yang tersedia, warga terpaksa menggunakan speadboat milik PHC berwarna orange hitam itu melawan arus laut yang deras demi menyelamatkan hidup sang bayi. 

Perjalanan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo ditempuh dengan waktu 1 jam di atas laut. Di dalam sepadboat milik PHC membuat pasien bersama kedua orang tua, petugas medis, dan para personil PHC.

 

Baca juga: 29 Mahasiswa Unika Ruteng Dikukuhkan Jadi Kader Synergoi Paulus, Misi Kepemimpinan Transformatif

 

Kronologi evakuasi bermula saat tim PHC dihubungi langsung oleh pihak Puskesmas Komodo untuk meminta bantuan karena keterbatasan armada, sementara kondisi pasien memerlukan rujukan segera.

Kepada TribunFlores.com, Plt Direktur Utama PHC, Qrei Poluakan menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah kepulauan. 

“Dalam situasi seperti ini, kecepatan menjadi faktor krusial. Kami berupaya membantu agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan medis lanjutan,” katanya 

Ia berharap evakuasi medis ini dapat membantu mempercepat penanganan pasien serta meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap kebutuhan darurat masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.

Secara terpisah, Kinan, seorang warga Komodo mengapresiasi bantuan yang diberikan PHC kepada pasien. 

"Thanks atas bantuan dari PHC kondisi di desa kami ambulan saat orang yg sedang sakit," kata Kinan dalam pesan WhatsApp.

Ia menerangkan PHC sangat memperhatikan warga Desa Komodo selama ini. Sebab tidak ada speed ambulan yang tersedia.

Apabila ada pasien yang sakit, dan dalam keadaan darurat juntuk bawah ke Labuan Bajo, terkadang menggunakan speadboat milik PHC.

"Tidak bisa selamanya bergantung dg speeb boat phc terus ni," tulisnya dalam pesa WhatsApp. (moa

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.