Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kronologi penemuan sesosok mayat laki-laki di tepi jurang aliran sungai terjadi pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban diketahui bernama Yogensi Abile (17), pelajar SMK 4 Kota Bengkulu, warga Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.
Kronologi Awal Penemuan
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, IPTU Bintang Yudha Gama, menerangkan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelumnya terjadi perselisihan antara kelompok korban dengan kelompok lain.
"Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi sementara bahwa sebelumnya memang ada perselisihan," ucap Bintang.
Perselisihan tersebut membuat beberapa orang dari kelompok korban melarikan diri dan memutuskan melompat ke arah jurang.
"Perselisihan itu membuat kelompok ini lari, mungkin takut atau paranoid, memutuskan untuk melompat. Saat melompat satu orang belum ditemukan," jelas Bintang.
Ditemukan Meninggal Dunia
Korban yang melompat ke jurang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia oleh masyarakat.
Saat ditemukan, terdapat beberapa luka dan memar di bagian tubuh korban.
"Kalau kita lihat dari jurang yang salam wajar ada luka-luka atau memar," ujar Bintang.
Masih Tahap Penyelidikan
Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa penanganan perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan dan akan terus didalami.
"Sajauh ini perkembangannya masih dalam penyelidikan bahwa nanti akan kita dalami dari penemuan mayat tersebut ada unsur pidana atau tidak," jelas Bintang.
Warga Geger
Korban diketahui bernama Yogensi Abile (17), pelajar SMK 4 Kota Bengkulu, warga Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban pertama kali dilaporkan warga ke Polsek Kepahiang setelah melihat seorang laki-laki tergeletak di tepi jurang aliran sungai di Dusun III Desa Permu Bawah.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD Kepahiang untuk proses identifikasi.
Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hitam corak merah dan cincin di jari manis tangan kanan. Korban juga berambut panjang.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka lecet di beberapa bagian tubuh, yakni di pinggang kiri belakang, telinga kanan, dagu, serta telapak kaki sebelah kiri.
Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda membenarkan pihaknya menerima korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB, dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan luka lecet dipinggang kiri bagian belakang, telinga kanan dan di dagu, selanjutnya setelah divisum, korban diserahkan ke pihak keluarga," sampai Febi.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini