Manajemen RSUD Kefamenanu Pastikan Pasien yang Dirawat di Ruang Isolasi Tidak Tertular Rabies
Oby Lewanmeru February 22, 2026 10:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu memastikan seorang pasien yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi bukan pasien bukan merupakan pasien tertular rabies.

Pasien tersebut didiagnosa mengalami hipokalemia.

Kendati demikian, masyarakat Kabupaten TTU diimbau selalu waspada terhadap penularan rabies. Pasalnya, Kabupaten belum masuk kategori bebas rabies.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kefamenanu, Dokter Adrianus Antonius Berkanis Abi saat diwawancarai, POS-KUPANG.COM, Minggu (22/2/2026)

Baca juga: Kapolres TTU AKBP Eliana Papote Salurkan Bantuan Perlengkapan Pendidikan kepada Siswa SDK Peboko 

Ia menerangkan, pasien tersebut sebelumnya diantar ke RSUD Kefamenanu dengan Keluhan sakit kepala dan demam.

Pihak tenaga medis selanjutnya melaksanakan observasi.

Pihak RSUD Kefamenanu menempatkan yang bersangkutan di ruang isolasi sebagai langkah antisipatif. Pasalnya yang bersangkutan menunjukkan gejala tertular rabies.

Di sisi lain, berdasarkan pengakuan keluarga pasien, yang bersangkutan disebut mengonsumsi daging RW (anjing) dalam sebuah acara keluarga beberapa hari sebelumnya.

Setelah dipastikan tidak menunjukkan indikasi rabies, pasien tersebut dipindahkan ke ruang perawatan umum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kata Dokter Adrianus, pasien didiagnosa mengalami kadar kalium rendah atau hipokalemia. Pasca diagnosa, yang bersangkutan langsung diberikan penanganan sesuai prosedur.

Ia menegaskan bahwa, Kabupaten TTU belum masuk kategori bebas rabies. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak mengonsumsi daging anjing.

"Kabupaten TTU masih masuk kategori wilayah resiko rabies," ucapnya.

Dokter Adrianus juga meminta para pemilik usaha kuliner daging anjing melakukan pertimbangan untuk beralih ke jenis usaha lain untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada tahun 2025 lalu, ditemukan satu kasus rabies yang diduga terdeteksi pasca pasien mengonsumsi daging anjing atau RW. Oleh karena itu, langkah pencegahan merupakan salah satu langkah penting demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.

Ia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap fenomena rabies. Pasalnya, apabila tertular rabies, dipastikan cukup sulit disembuhkan.

Masyarakat juga diimbau agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pengobatan jika terkena gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya. Pengobatan dengan pemberian vaksin anti rabies (VAR) dipastikan mencegah penularan rabies terhadap pasien. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.