TRIBUNJOGJA.COM – Setelah menyantap makan sahur dan menunaikan shalat Subuh di bulan Ramadhan, rasa kantuk sering kali masih terasa. Tidak sedikit orang yang memilih kembali tidur setelah Subuh untuk melanjutkan istirahat.
Padahal, waktu setelah shalat Subuh pada bulan Ramadhan menyimpan banyak kesempatan untuk melakukan ibadah dan amalan yang bernilai pahala. Momentum pagi hari ini bahkan sering disebut sebagai waktu yang penuh keberkahan.
Alih-alih kembali tidur, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu setelah Subuh dengan berbagai amalan di bulan Ramadhan yang bermanfaat.
Dikutip dari Kompas.com, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. Arsad Hidayat, Lc, MA, menjelaskan bahwa memang terdapat waktu terlarang untuk melakukan shalat sunnah setelah Subuh hingga terbit matahari.
Namun hal tersebut bukan berarti waktu setelah Subuh tidak bisa digunakan untuk beribadah.
Masih banyak amalan setelah Subuh yang bisa dilakukan umat Islam, terutama saat bulan Ramadhan.
Berikut beberapa ibadah yang dianjurkan setelah shalat Subuh.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah shalat Subuh adalah membaca Al-Qur’an.
Arsad menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an kapan pun merupakan ibadah yang utama. Namun waktu Subuh memiliki keistimewaan tersendiri yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 78:
“Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (QS Al-Isra: 78)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa shalat Subuh disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang. Karena itu, membaca Al-Qur’an setelah Subuh menjadi salah satu amalan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Selain membaca Al-Qur’an, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir setelah Subuh.
Tradisi berdzikir setelah Subuh juga dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasanya duduk di tempat shalatnya hingga matahari terbit.
Dzikir di pagi hari dapat menjadi cara untuk menenangkan hati sekaligus memperbanyak pahala selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Tarawih 20 Rakaat di Masjid, Tapi Hanya Ikut 8 Rakaat? Begini Hukumnya
Amalan lain yang bisa dilakukan setelah Subuh adalah i’tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah.
I’tikaf termasuk ibadah sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir.
Melalui i’tikaf, umat Islam dapat memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga merenungkan makna kehidupan spiritual selama Ramadhan.
Amalan lain yang juga populer di kalangan umat Islam adalah sedekah Subuh.
Meskipun istilah “sedekah subuh” tidak disebutkan secara khusus dalam hadis, terdapat banyak dalil tentang keutamaan bersedekah di waktu pagi.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pagi ada malaikat yang berdoa bagi orang yang bersedekah agar Allah mengganti hartanya dengan yang lebih baik.
Karena itu, bersedekah setelah Subuh bisa menjadi salah satu amalan di bulan Ramadhan yang membawa keberkahan rezeki.
Waktu setelah shalat Subuh sebaiknya tidak dihabiskan dengan tidur kembali, terutama jika masih memiliki kesempatan untuk melakukan berbagai ibadah.
Dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, beritikaf, atau bersedekah, umat Islam dapat memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dan meraih pahala yang lebih besar.
Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak amal kebaikan sejak pagi hari. (*)