Dokter Jelaskan Persiapan Puasa Untuk Orang yang Memiliki Penyakit Kronis
Melia Istighfaroh February 23, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

Berarti orang dengan penyakit kronis tetap dapat puasa dengan aman berdasarkan persiapannya ya dokter, nah kira-kira apa saja persiapannya, dokter?

Hari, Wonogiri

dr. Achmadi Eko Sugiri, Sp. PD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Menjawab:

Jadi kalau misalnya penyakit kronis yang kita anjurkan bisa berpuasa itu kalau yang sudah terkendali.

Terkendali itu misalnya tekanan darah bisa stabil di bawah 140/90 dengan pengaturan makan, dengan obat itu kita katakan stabil.

Orang yang dengan sakit diabetes, gula darahnya bisa stabil HbA1c juga bisa dibawah angka 7, rata-rata gula darah puasanya bisa dibawah 126.

Baca juga: Apakah Orang yang Pekerjaannya Mayoritas Duduk Juga Bisa Terkena Saraf Kejepit?

Ilustrasi - Puasa Ramadhan
Ilustrasi - Puasa Ramadhan (health.grid.id)

Kemudian gula darah 2 jam sesudah makannya bisa dibawah 140 atau gula darah sewaktunya bisa dibawah 200 dengan pengaturan makan, dengan olahraga, dengan obat, itu kita katakan stabil.

Pada keadaan seperti itu, insyaallah aman untuk melaksanakan ibadah puasa.

Untuk tahu berarti penting juga konsultasi sebelum Ramadhan, ya dokter?

Iya, jadi kan sebenarnya ini lebih baik lebih awal ya, seharusnya kira-kira 1 bulan sebelum awal Ramadhan, yang mempunyai penyakit kronis sudah mempersiapkan diri, sudah konsultasi dengan dokter, apakah aman atau tidak untuk melaksanakan ibadah puasa.

Kemudian apakah obat-obat yang selama ini dikonsumsi itu perlu penyesuaian atau tidak, seperti itu.

Sahabat health yang ingin menyimak podcast bersama dr. Achmadi Eko Sugiri, Sp. PD, FINASIM, secara lengkap bisa klik link YouTube di bawah ini.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Puasa merupakan salah satu cara alami yang efektif untuk membantu proses detoksifikasi tubuh.

Selama berpuasa, asupan makanan berkurang sehingga jumlah radikal bebas menurun dan tubuh lebih optimal dalam membuang racun.

Organ pencernaan yang biasanya bekerja terus-menerus juga mendapat waktu istirahat, sehingga energi tubuh dapat difokuskan pada proses pembersihan dan mengeluarkan racun. 

Jika sahur diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, proses regenerasi sel berlangsung lebih baik.

Selain itu, puasa bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan.

Dengan berkurangnya aktivitas makan, organ pencernaan dapat pulih dari peradangan seperti radang lambung, radang usus besar (kolitis), serta gangguan pencernaan lain seperti nyeri perut dan sembelit.

Puasa juga membantu menurunkan berat badan karena asupan kalori yang masuk menjadi lebih sedikit.

Kondisi ini mendorong tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga lemak tubuh berkurang secara bertahap.

Dari sisi pola makan, puasa melatih kedisiplinan dalam memilih makanan dan mengatur porsi saat sahur dan berbuka.

Baca juga: 6 Rekomendasi Sabun Pencuci Botol Bayi, Sudah Berlabel Food Grade

manfaat puasa untuk kesehatan
manfaat puasa untuk kesehatan (jogja.tribunnews.com)

Kebiasaan ini berperan dalam menjaga kestabilan gula darah, tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit kronis.

Manfaat lainnya adalah menjaga kesehatan kulit dan jantung.

Puasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi kulit serta membantu mengontrol hormon yang berpengaruh pada tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Tidak hanya fisik, puasa juga berdampak positif pada kesehatan mental.

Puasa membantu menenangkan pikiran, menstabilkan emosi, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

(Tribunhealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.