Naskah Kultum 5 Ramadan 1447 H: Tingkatkan Iman dengan Berpuasa Mata
Dedy Herdiana February 23, 2026 07:01 AM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua ibadah yang diperintahkan saat Ramadan merupakan hal wajib adanya.

Dimana penanaman kesadaran dalam diri seorang muslim untuk beribadah dan mengumpulkan amal sebanyak-banyak perlu untuk dipenuhi tangkinya.

Sebab Puasa sendiri menjadi ibadah yang tak bisa tertandingi dengan pahala ibadah lain.

Dimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan RasuluLlah, dalam hadist yang shahih diriwayatkan oleh Bukhari Muslim:

"Seluruh amal ibadah bani Adam adalah miliknya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10x lipat hingga 700x lipat. kecuali ibadah puasa, ia adalah milik Allah dan akan langsung dibalas. Sebabnya pahala yang banyak dari seseorang yang telah menahan diri dari syahwat makanan dan minuman karena Allah semata. ada 2 kegembiraan saat seseorang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka, saat bertemu dengan Allah". 

Baca juga: Naskah Kultum Singkat 5 Ramadan 1447/2026: Menyelami Hikmah Puasa

Ini menjadi tolak ukur besar bagi tiap muslim, yang menjalankan puasa, sebab ia bukan hanya sekedar menahan diri dari rasa lapar, tapi punya andil lain di sisi Tuhannya jika dia besungguh-sungguh.

Banyak amalan atau ibadah yang bisa dikerjakan dibulan baik ini,  salah satunya adalah dengan mendengarkan kultum atau ceramah.

Untuk mempermudah TribunPriangan.com telah merangkum satu naskah kultum Ramadhan yang bisa digunakan setelah melaksanakan ibadah salat lima waktu berjamaah maupun saat jelang tarawih di malam hari Ramadan, dengan judul "Tingkatkan Iman saat Ramadan dengan Berpuasa Mata".

"Tingkatkan Iman saat Ramadan dengan Berpuasa Mata"

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Mata adalah salah satu kenikmatan Allah yang sangat agung. Dengan mata, kita dapat melakukan berbagai aktivitas. Mata juga bisa memasukkan kita ke surga atau menjerumuskan ke neraka. Semua tergantung bentuk aktivitas yang dilakukan oleh mata. 

Salah satu hal yang harus dihindari oleh mata adalah menghindari pandangan yang tidak halal baginya. Apalagi kita sedang berpuasa, maka puasa mata menjadi sebuah ajang pelatihan yang berat untuk mendidik jiwa yang bertakwa. Karena tujuan puasa adalah untuk mencapai tingkatan mutaqin.

Jamaah yang berbahagia,

Puasa mata sungguh lebih sulit di era modern ini, karena manusia diciptakan untuk tertarik kepada lawan jenis. Di era modern ini, mayoritas wanita sudah kehilangan rasa malunya. Mereka keluar rumah dengan mengenakan pakaian yang membuka aurat. Mereka ada di mana-mana; di TV, di internet, koran, majalah, di kendaraan umum, sekolah, kampus, papan iklan, terlebih lagi di jalanan atau pusat perbelanjaan (mal). Seolah-olah di dunia ini tidak tersisa lagi tempat yang tidak ada wanita yang mengumbar aurat, memamerkan kemolekan dan kecantikan tubuhnya. 

Baca juga: Naskah Kultum Singkat 3 Ramadan 1447/2026: Menggapai Derajat Takwa dari Ibadah Puasa

Bahkan di tempat pengajian dan masjid sekalipun, ada saja wanita yang tidak sungkan mempertontonkan bentuk tubuhnya dengan jilbab modis, pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh, dan parfumnya yang mencolok. Tentu kondisi semacam ini menjadi tantangan yang berat bagi seorang muslim yang ingin mempertahankan kesempurnaan puasanya.

Oleh karena itu, selain dituntut untuk menjaga aurat dan cara berpakaian yang syar'i, laki-laki atau wanita dituntut juga untuk bisa menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. 

Sebagaimana Allah jelaskan dalam surat an-Nûr, ayat 30-31: "Katakanlah kepada orang laki-laki "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara yang beriman: kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya."

Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan pandangan ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan, selain tentunya tidak akan mampu dilaksanakan. 

Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar, mengamati, dan menikmati kecantikan atau kegantengan seseorang. 

Baca juga: Naskah Singkat Kultum Tarawih Ke-3 Ramadan 1447 H/ 2026: Mencapai Tingkat Ketakwaan di Bulan Ramadan

Rasulullah bersabda, 

"Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan memasukkan ke dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat." (HR.Ahmad).

Kaum muslimin wal muslimat yang dimuliakan Allah,

Pandangan mata itu perlu dijaga, karena banyak sekali akibat negatif yang ditimbulkannya. Seorang penyair Arab bertutur, "Semua bencana itu bersumber dari pandangan, sebagaimana api yang besar itu bersumber dari percikan bunga api. Betapa banyak pandangan yang menancap ke dalam hati seseorang, seperti panah yang terlepas dari busurnya. Berasal dari matalah semua marabahaya. Mudah beban melakukannya, dilihat pun tak berbahaya. Tapi, jangan ucapkan selamat datang kepada kesenangan sesaat yang kembali dengan membawa bencana." 

Adapun menurut Ibnul Qayyim, pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, sedang lintasan pikiran melahirkan ide, lalu ide memunculkan nafsu. 
Nafsu akan melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan zina. Salah seorang penyair berkata, "Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam, kemudian bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu." Di samping itu, menurut Hudzaifah, pandangan maksiat dapat merusak amal. Beliau berkata, "Barang siapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya, berarti ia telah membatalkan puasanya."

Oleh karena itu, tidak ada cara lain untuk menjaga mata kecuali dengan selalu mengingat kehadiran Allah dan menjauhi penyebab mengumbar pandangan. Segera palingkan pandangan ketika tanpa sengaja melihat sesuatu yang haram. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.