TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Masa kepemimpinan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dengan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau pasangan Kembang-Ipat sudah memasuki satu tahun, Jumat 20 Februari 2026 kemarin.
Selama satu tahun ini, pasangan ini berhasil menghadirkan 20 program unggulan beserta capaian strategis di tengah tantangan efisiensi anggaran dan pengurangan dana transfer pusat.
Selama satu tahun memimpin Gumi Makepung, 20 poin program unggul untuk masyarakat yang sudah dilaksanakan di berbagai bidang.
Dimulai dari sektor Kesehatan & Sosial. Adalah Layanan Antar-Jemput Pasien hingga menyiapkan mobil khusus bagi pasien rawat jalan yang berobat ke luar Jembrana guna menekan biaya transportasi warga kurang mampu.
Baca juga: Bupati Kembang Pastikan Pemkab Jembrana Mendukung Pembangunan RSU Adhyaksa di Pekutatan
Kemudian juga ada program Rumah Singgah di Denpasar yang merupakan fasilitas tempat tinggal layak bagi keluarga penunggu pasien di dekat RSUP Sanglah.
Selanjutnya ada penyerahan 64 unit kendaraan pick-up untuk desa adat dan 4 unit untuk desa/kelurahan guna menunjang kegiatan sosial-budaya.
Layanan Massal Gratis seperti Penyelenggaraan Ngaben, Metatah, dan Sunatan massal bagi masyarakat.
Di sektor Pendidikan dan Masa Depan Generasi Muda di antaranya Peningkatan nilai Beasiswa mahasiswa berprestasi dari Rp3.000.000 menjadi Rp4.500.000 per semester.
Tahun ini juga diberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Terbuka dan mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Jembrana.
Selanjutnya ada Rehabilitasi Sekolah yang melakukan perbaikan intensif di tingkat TK (1 sekolah), SD (18 sekolah melalui APBD/APBN), dan SMP (4 sekolah).
Bahkan pemerintah juga menyediakan inovasi pendidikan dengan merealisasikan program tes psikologi gratis bagi siswa SMP untuk pemetaan minat dan bakat sejak dini.
Di sektor penguatan Ekonomi Lokal & UMKM juga merealisasikan penyaluran dana talangan bagi koperasi kakao dan KUD untuk stabilitas harga gabah dan kakao serta kesejahteraan petani.
Serta penyaluran bantuan kepada kelompok ternak Jembrana.
Akses Permodalan PMI dengan Skema kredit tanpa agunan, tanpa bunga, dan tanpa biaya provisi bagi Pekerja Migran Indonesia asal Jembrana.
Ada Revitalisasi UMKM dengan program Bedah 20 unit warung, penyediaan dua unit food truck, hingga kemitraan strategis dengan ritel modern hingga Penataan PKL Dauhwaru ke lokasi yang lebih representatif.
Di sektor Infrastruktur & Digitalisasi juga melaksanakan peningkatan 31,51 kilometer jalan kabupaten (20 ruas) dan 4,01 km jalan desa, serta pembangunan jembatan gantung.
Termasuk sumur pertanian , bendungan mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Selanjutnya melakukan digitalisasi Parkir dengan penerapan sistem e-money di Terminal Manuver Gilimanuk untuk transparansi PAD mulai tahun 2026 serta Kemudahan Perizinan dengan Penyediaan Tenaga Arsitek Tersertifikasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) untuk membantu warga menyusun gambar teknik PBG secara gratis.
Sementara, komitmen terhadap pelestarian budaya turut dibuktikan melalui penyelenggaraan Jegog Spirit Festival, sebuah ruang ekspresi dan apresiasi bagi para seniman lokal untuk memperkuat identitas kesenian asli Jembrana di tengah masyarakat.
"Satu tahun ini adalah ruang pembuktian. Di tengah tantangan infrastruktur dan kebencanaan, kami memilih bergerak dengan perencanaan matang. Astungkara, beberapa program prioritas mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai jawaban atas janji yang kami emban," ujar Bupati Kembang di Gedung Kesenian Bung Karno Jumat 20 Februari 2026 malam.
Memasuki tahun kedua, Kembang-Ipat telah menyiapkan langkah strategis yang lebih berani.
Fokus utama yang bakal digarap tahun 2026 di antaranya penataan Kawasan Kota yakni melakukan Transformasi Jalan Ngurah Rai menjadi area pedestrian yang estetik, nyaman, dan membanggakan.
Kemudian Jembrana Creative Hub dengan melakukan Pembangunan pusat kolaborasi bagi generasi milenial dan Gen Z untuk mengembangkan 17 sub sektor ekonomi kreatif.
Kemudian mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan Memastikan kelancaran PSN Pengambengan, Lapangan Golf, RS Internasional Pekutatan, hingga pembangunan sekolah berbasis Hindu (Widyalaya) di Penyaringan.
"Apa yang diraih hari ini bukanlah garis akhir. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga pelaku usaha untuk menyatukan langkah. Pembangunan Jembrana bukan hanya soal beton dan aspal, tapi soal penguatan karakter dan gotong royong," tutupnya.