Tips Mengajarkan Anak Berpuasa Secara Menyenangkan dan Tanpa Paksaan
Muhammad Fatoni February 23, 2026 10:00 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Mengajarkan si kecil berpuasa tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. 

Di satu sisi, kita ingin anak-anak mulai belajar berpuasa sejak dini, yang merupakan bagian dai ibadah.

Namun di sisi lain, kesehatan dan kenyamanan anak tetap menjadi prioritas utama.

Perlu dicatat, mengajarkan anak berpuasa harus dengan cara yang tepat dan pelan-pelan.

Serta tetap memperhatikan usia dan batas kemampuan mereka.

Dengan begitu, anak-anak pun akan mendapatkan tuntunan serta ajaran dari orangtua tentang berpuasa dengan cara yang menyenangkan dan tanpa paksaan.

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

​1. Mulai dengan Konsep 'Puasa Setengah Hari'

​Jangan langsung memaksakan anak untuk berpuasa penuh hingga waktu Maghrib.

Kenalkan puasa secara bertahap sesuai kemampuan fisiknya.

Misalnya, ​izinkan anak berbuka saat adzan Dzuhur, lalu melanjutkan puasa lagi hingga Ashar atau Maghrib jika masih kuat.

Selain itu gunakan target bertahap, jika tahun lalu ia sanggup sampai jam 10.00 pagi, tahun ini tantang ia hingga jam 12.00 siang.

Baca juga: Cegah Dehidrasi, Sebaiknya Hindari Makanan dan Minuman Ini saat Sahur

​2. Berikan Pemahaman Makna Puasa

Anak-anak adalah peniru yang hebat, tapi mereka akan lebih bersemangat jika tahu mengapa mereka melakukannya.

Gunakan bahasa yang sederhana untuk ​menelaskan bahwa puasa adalah bentuk rasa syukur kepada Allah.

​Ajarkan empati dengan merasakan bagaimana rasanya orang yang kurang beruntung saat menahan lapar.

Atau bisa juga meng​gunakan buku cerita atau video edukasi islami agar lebih menarik.

​3. Sajikan Menu Sahur dan Buka Puasa yang Menarik

​Nutrisi adalah kunci agar anak tidak lemas. Libatkan anak dalam menyusun menu sahur dan berbuka puasa.

Pastikan pula menu sahur dan buka puasa yang sesuai pola makan ideal.

Pastikan pula ada sayur dan lauk pauk serta makanan yang mereka sukai.

Dan tidak kalah penting, pantau asupan air putih saat malam hari agar mereka tidak dehidrasi.

4. Alihkan Perhatian dengan Aktivitas Seru

​Rasa lapar biasanya memuncak saat anak merasa bosan.

Buatlah jadwal aktivitas untuk 'ngabuburit' yang tidak menguras fisik, misalnya mMembaca buku atau mewarnai.

​Menyiapkan takjil bersama di dapur, atau bBermain board games atau menyusun puzzle.

5. Berikan Apresiasi 

​Jangan pelit memberikan pujian. Apresiasi akan membuat anak merasa dihargai atas usahanya.

Anda bisa juga memberikan hadiah kecil, seperti memberikan makanan favoritnya saat berbuka atau stiker setiap kali ia berhasil menyelesaikan satu hari penuh berpuasa. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.