TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 menghadapi gejolak serius kurang dari 100 hari jelang kick-off, setelah gelombang kekerasan kartel meletus di Meksiko.
Turnamen musim panas ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan 48 tim bersaing dalam 104 pertandingan yang digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Tiga negara yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menjadi tuan rumah bersama, dengan jutaan penggemar diperkirakan memadati kota-kota penyelenggara.
Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 pertandingan di tiga kota besar: Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City.
Laga pembuka akan digelar di Mexico City pada 11 Juni, mempertemukan Meksiko vs Afrika Selatan.
Namun, ketegangan meningkat drastis pada pekan ini setelah laporan kematian ketua gembong narkoba terkenal, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes dari laporan DailyMail pada senin (23/2/2026).
Menurut pejabat tinggi yang berbicara kepada media lokal, tentara Meksiko memasuki kota Tapalpa dan berhasil melumpuhkan Oseguera Cervantes.
Oseguera Cervantes sendiri merupakan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko yang berperan besar dalam penyelundupan metamfetamin dan fentanil ke Amerika Serikat.
Kematian “El Mencho” memicu serangkaian aksi balas dendam dan kekerasan di berbagai wilayah.
Terjadinya ledakan serta baku tembak antara kartel dan pasukan keamanan di negara bagian Jalisco, Guerrero, dan Michoacan.
Kelompok kriminal juga dilaporkan mendirikan penghalang jalan menggunakan kendaraan yang dibakar di sejumlah kota di wilayah barat daya Meksiko, menciptakan kepanikan dan gangguan mobilitas.
Di tengah kekacauan tersebut, Kementerian Luar Negeri Kanada mendesak warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke puluhan wilayah di Meksiko, dengan alasan tingginya tingkat kekerasan dan aktivitas kejahatan terorganisir.
Baca juga: Timnas Argentina Tetapkan Markas di Piala Dunia 2026, Messi Sudah Akrab dengan Stadionnya
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta warga negaranya untuk tetap berada di lokasi yang aman, setelah muncul laporan bahwa beberapa turis terjebak di wilayah terdampak setelah melakukan perjalanan ke selatan perbatasan.
Situasi ini menambah daftar panjang kekhawatiran menjelang Piala Dunia 2026.
Selain isu keamanan, turnamen ini juga telah dibayangi kontroversi terkait harga tiket, kebijakan visa bagi suporter, potensi larangan perjalanan, hingga penegakan hukum imigrasi di negara tuan rumah.
Sebelumnya, Amerika Serikat melakukan pembekuan visa 75 negara dan 15 diantaranya merupakan peserta Piala Dunia 2026, dikutip dari Foxnews.
15 negara yang menjadi peserta Piala Dunia 2026 tersebut adalah:
Dengan skala turnamen yang belum pernah terjadi sebelumnya dan jutaan pengunjung yang diperkirakan hadir, stabilitas keamanan di Meksiko menjadi perhatian utama bagi FIFA dan pemerintah tuan rumah dalam beberapa bulan ke depan.
Hingga kini, pihak FIFA belum mengumumkan pernyataannya setelah kirsuh yang terjadi di Meksiko.
(Tribunnews.com/Ali)