TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Skuad Elite Pro Academy (EPA) PSIM Yogyakarta baru saja melewati rangkaian laga padat, yakni partai kandang kontra Persis Solo pada 4–5 Februari serta laga tandang menghadapi Malut United FC pada 14–15 Februari 2026.
Dua pertandingan beruntun tersebut menyisakan sejumlah catatan penting bagi jajaran pelatih dan manajemen Laskar Mataram Muda.
Manajer EPA PSIM, Joshua Dio, mengungkapkan kondisi timnya saat menjalani lawatan jauh ke markas Malut United FC.
Menurutnya, tim berangkat tanpa target berlebihan, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh dan performa tuan rumah yang tengah menanjak.
“Kita berangkat ke sana dengan harapan tidak muluk-muluk, minimal bisa mengambil dua poin di setiap kelompok umur,” ujar Joshua, Senin (23/2/2026).
Target tersebut cukup realistis, namun hasil di lapangan berbicara lain. Dari tiga kelompok usia, hanya tim U-20 yang mampu mencuri poin penuh.
“Tim U-20 bisa mengambil tiga poin, sementara kelompok umur lain memang belum ada rezekinya,” jelasnya.
Saat menjamu Persis Solo di kandang, performa EPA PSIM juga belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, Joshua memberikan apresiasi khusus kepada skuad U-18 yang tampil impresif.
“Saat melawan Persis Solo, skuad U-18 berhasil menyapu bersih kemenangan di dua pertandingan,” tuturnya.
Berbeda dengan U-18, tim U-16 menghadapi tantangan berat. Kekuatan penuh Persis Solo serta rotasi pemain membuat permainan U-16 sulit berkembang.
“Persis Solo U-16 memang ditargetkan masuk final, sehingga pemain-pemain terbaik mereka dari U-18 diturunkan ke U-16,” kata Joshua.
Masalah kebugaran juga memperburuk situasi. Sekitar lima hingga enam pemain U-16 harus absen karena cedera, termasuk dua striker utama.
“Problem utama di U-16 saat ini adalah badai cedera. Kita bahkan harus kehilangan dua striker utama sehingga tim harus menyesuaikan taktik kembali,” ujarnya.
Baca juga: PSIM Yogyakarta vs Bali United : Laskar Mataram Targetkan Kemenangan di SSA
Sementara itu, tim U-20 juga menghadapi lawan dengan kualitas fisik dan pengalaman yang lebih matang saat menghadapi Persis Solo.
“Secara materi pemain, skuad Persis Solo sangat matang dan beberapa sudah menandatangani kontrak senior,” ungkap Joshua.
Mengantisipasi situasi tersebut, manajemen EPA PSIM sebelumnya telah merekrut sejumlah pemain baru di semua kelompok usia.
Kehadiran amunisi anyar dinilai mulai memberikan dampak positif, terutama di sektor U-20.
“Pemain-pemain baru ini hadir memberikan solusi taktikal segar dan menaikkan intensitas permainan U-20,” katanya.
Joshua berharap para pemain anyar dapat segera menyatu dengan tim dan berkontribusi maksimal dalam dua laga kandang berikutnya.
“Harapannya mereka bisa berkontribusi lebih dan kita bisa membayar lunas poin-poin terbuang kemarin,” pungkasnya. (*)