SRIPOKU.COM, BEKASI – Sriwijaya FC harus menelan pil pahit di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (20/2/2026). Harapan Laskar Wong Kito mencuri poin pupus setelah Persikad Depok mencetak gol penentu di detik terakhir laga, menutup duel sengit dengan skor 2-1.
Striker anyar Husnuzhon, yang digadang-gadang jadi mesin gol baru Sriwijaya FC, terpaksa menepi akibat cedera saat latihan. Asisten pelatih Cipta Adikodrati alias coach Joe Berry mengakui intensitas latihan di hari pertama puasa membuat sang penyerang mengalami sedikit masalah fisik.
“Insya Allah ke depan sudah bisa main,” ujar Joe, memberi harapan bahwa eks striker Persiraja Banda Aceh itu segera kembali merumput di laga Sriwijaya FC selanjutnya.
Absennya Husnuzhon membuat tim pelatih Sriwijaya Fc menurunkan Sehabudin Ahmad sebagai pengatur serangan di lini depan.
Di babak kedua, strategi berubah. Striker lokal keturunan Mali, Aidil Usman Diarra, dimasukkan sebagai senjata rahasia. Hasilnya, mental juang Sriwijaya FC sempat bangkit lewat gol spektakuler Usman di menit ke-56. Sepakan kerasnya membuat Serigala Margonda panik, dan asa Laskar Wong Kito kembali menyala.
Namun, kebangkitan itu tak bertahan lama. Persikad Depok berhasil mencetak gol penentu di detik terakhir, memupuskan mimpi Sriwijaya FC membawa pulang poin.
Meski hasil akhir mengecewakan, laga ini menunjukkan potensi besar duet Husnuzhon–Usman Diarra di lini depan. Jika Husnuzhon pulih, kombinasi insting gol dan kecepatan bisa jadi senjata mematikan bagi tim besutan coach Iwan Setiawan.
Sriwijaya FC memang harus bangkit dari keterpurukan klasemen, tapi dengan amunisi baru dan semangat juang yang tak pernah padam, Laskar Wong Kito masih punya peluang untuk kembali menebar ancaman di Pegadaian Championship 2025/26.
Baca juga: Coach Joe: Tim Pelatih Sriwijaya FC Puas dengan Kinerja Zac Tyson
Sriwijaya FC akan melakoni laga selanjutnya yakni bertandang menghadapi Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (28/2/2026) malam.
Pada laga ke-21 Pegadaian Championship 2025/26 ini merupakan kesempatan terakhir Sriwijaya FC untuk bisa bertahan di kasta ini.
Dengan hanya baru mengantongi 2 poin, jika kali ini kembali gagal memetik kemenangan, maka dipastikan Sriwijaya FC tidak ada peluang lagi untuk bertahan di kompetisi Pegadaian Championship musim depan.