TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai akan semakin maju dalam dua dekade mendatang.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas video viral seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang menuai kontroversi di media sosial.
Dalam video tersebut, Dwi menyatakan, “Cukup saya saja yang jadi WNI, anak-anak saya jangan.”
Menanggapi hal itu, pemerintah menyatakan akan memasukkan nama Dwi ke dalam daftar hitam (blacklist) di seluruh instansi pemerintahan.
Bendahara negara juga mengingatkan agar para penerima beasiswa LPDP menjaga sikap serta tidak merendahkan negara yang telah memberikan dukungan pendidikan.
Baca juga: Jumlah Uang Saku Suami Dwi Sasetyaningtyas Selama LPDP di Inggris, Total Capai Miliaran Rupiah
Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia dalam 20 tahun mendatang akan maju dan memiliki masa depan cerah.
"Kan teman-teman banyak yang ngeledekin Indonesia jelek, termasuk yang kemarin tuh,
Yang dia bilang, anaknya jangan menjadi warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel,
Karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget," ujar Purbaya saat Konferensi Pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Jumlah Uang Saku Suami Dwi Sasetyaningtyas Selama LPDP di Inggris, Total Capai Miliaran Rupiah
Bendahara negara itu menegaskan, pihaknya akan memasukan alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas ke dalam daftar hitam atau blacklist di seluruh pemerintahan.
"Nanti akan saya blacklist dia. Di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk. Nanti akan kalian liat blacklistnya seperti apa. Jangan menghina negara Anda sendiri," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, pemerintah akan menegakkan aturan yang berlaku di LPDP.
Baca juga: Purbaya Perintahkan Tyas Alumnus LPDP Kembalikan Beasiswa Plus Bunga: Kembalikan Setiap Rupiahnya
Dia menyebut yang bersangkutan telah berkomunikasi dengan Direktur Utama LPDP dan menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan dana beasiswa yang diterima.
"Tadi sudah bicara dengan dia ke Dirut LPDP, tadi sudah bicara dengan suami terkait (DS), dan sepertinya dia sudah setuju untuk mengembalikan uang yang pakai LPDP termasuk bunganya," tegas Purbaya.
Bendahara negara itu berharap ke depan para penerima beasiswa LPDP tetap menjaga sikap dan tidak merendahkan negara yang telah membiayai pendidikan mereka.
"Saya harapkan ke depan, temen-temen yang mendapatkan pinjaman LPDP, kalau enggak senang, enggak senang, tapi jangan menghina-hina negara lah, jangan begitu. Itu uang dari pajak dan dari sebagian utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh," ucap Purbaya.
"Kalau enggak patriotis apa-apa, tapi jangan menghina negara deh, dan saya ingatkan kepada temen-temen yang lain dari LPDP dan saya pastikan yang ini akan di-blacklist," imbuhnya menegaskan.
Baca juga: Sindiran Purbaya untuk Dwi Sasetyaningtyas Alumnus LPDP yang Ogah Anaknya Jadi WNI: Dia Akan Nyesal
Diketahui polemik alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sebuah video viral di media sosial memicu perdebatan luas.
Dalam video tersebut, DS mengungkapkan kalimat “cukup saya aja yang WNI, anak-anakku jangan” saat memperlihatkan dokumen kewarganegaraan asing milik anaknya.
Potongan pernyataan itu dengan cepat menyebar di berbagai platform, termasuk X, dan memicu gelombang kritik dari warganet yang mempertanyakan komitmen kebangsaan penerima beasiswa negara.
Nama DS atau Dwi Sasetyaningtyas, menjadi trending topic pada utas di X menyoroti kontradiksi antara statusnya sebagai penerima dana pendidikan dari APBN dengan pernyataan yang dianggap meremehkan kewarganegaraan Indonesia.
Warganet juga menelusuri rekam jejak digitalnya, termasuk unggahan lama yang menyinggung latar belakang keluarga dan fasilitas yang diduga terkait dengan mertua yang disebut sebagai mantan pejabat kementerian.
Isu tersebut memperluas polemik dari sekadar pernyataan pribadi menjadi perdebatan mengenai etika, privilese, dan integritas penerima beasiswa negara.
(TribunTrends.com/Tribunnews.com)