Dinsos Sinyalir Pengemis - Anjal dari Daerah Beraksi di Makassar, RT RW Diminta Turun Tangan
Saldy Irawan February 23, 2026 06:22 PM

MAKASSAR, TRIBUN - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial melibatkan ketua RT dan RW dalam mengawasi aktivitas di lingkungan masing-masing selama Ramadan, menyusul maraknya aktivitas anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), serta penyandang masalah sosial lainnya yang sebagian disinyalir berasal dari luar Makassar.

Memasuki hari keempat Ramadan, Pemkot Makassar telah mengamankan sekitar 20 orang dalam patroli penertiban penyakit sosial di seluruh kecamatan.

Patroli tersebut menyasar potensi gangguan ketertiban seperti anjal, gepeng, orang terlantar, pemulung, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufri, mengatakan pelibatan RT dan RW penting untuk memperkuat pengawasan di tingkat wilayah, terutama terhadap pendatang baru yang belum terdata secara administratif.

“Kami minta RT dan RW aktif memantau lingkungan masing-masing. Jika ada pendatang atau aktivitas yang mencurigakan, segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan sementara, sejumlah orang yang terjaring dalam patroli diduga berasal dari luar Kota Makassar.

Karena itu, koordinasi lintas wilayah dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci pencegahan.

Mereka yang terjaring patroli langsung dibawa ke RPTC (Rumah Penampungan dan Trauma Center) di Barombong untuk menjalani pembinaan dan pendataan awal.

Di lokasi tersebut, Dinas Sosial memastikan identitas serta asal daerah yang bersangkutan, apakah warga Makassar atau berasal dari luar daerah.

“Kalau ternyata bukan warga Makassar, kita koordinasikan dan kembalikan ke dinas sosial kabupaten/kota asalnya,” katanya.

Sementara bagi yang berdomisili di Makassar, dilakukan pembinaan selama kurang lebih tujuh hari dan dapat diperpanjang hingga satu bulan jika belum menunjukkan perubahan.

Pembinaan yang diberikan mencakup pembinaan akhlak, motivasi, hingga pelatihan keterampilan.

Bagi anak-anak yang tidak bersekolah, Dinsos juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi mereka kembali ke bangku sekolah.

Sebelumnya, Sekda Makassar Andi Zulkifli Nanda telah mengumpulkan para camat dan lurah untuk mengintensifkan patroli selama Ramadan dengan melibatkan Satpol PP kecamatan serta kepolisian sektor setempat.

Penertiban dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.