Peringatan Dini Cuaca Sulawesi Barat Selasa, 24 Februari 2026: Mamuju-Majene Waspada Hujan Lebat
Bobby Wiratama February 23, 2026 06:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat, Selasa (24/2/2026).

BMKG membangi peringatan dini menjadi 3 kategori, yakni waspada (hujan sedang-lebat); siaga (hujan lebat-sangat lebat); waspada (hujan sangat lebat-ekstrem); dan potensi angin kencang.

Berikut selengkapnya prakiraan cuaca Sulawesi Barat Selasa, 24 Februari 2026:

WASPADA

Kabupaten Mamuju: 

  • Simboro dan Kepulauan,
  • Tapalang Barat,
  • Tapalang,
  • Bonehau,
  • Kalumpang, 

Kabupaten Majene:

(Seluruh Wilayah)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumatra Selasa 24 Februari 2026: Hujan Ringan Dominasi

Kabupaten Polewali Mandar:

  • Tutar,
  • Allu,
  • Limboro,
  • Tinambung,
  • Balanipa,
  • Campalagian,
  • Luyo,
  • Mapilli,
  • Wonomulyo,
  • Tapango,
  • Binuang,
  • Polewali,
  • Matakali, 

Kabupaten Mamasa

  • Tabulahan,
  • Mamasa,
  • Tabang,
  • Tawalian,
  • Sesenapadang,
  • Pana

SIAGA

Kabupaten Majene:

  • Banggae,
  • Banggae Timur

POTENSI ANGIN KENCANG

  • Kabupaten Polewali Mandar (Wilayah Pesisir),
  • Kabupaten Majene (Wilayah Pesisir),
  • Kabupaten Mamuju (Wilayah Pesisir),
  • Kabupaten Mamuju Tengah (Wilayah Pesisir),
  • Kabupaten Pasangkayu (Wilayah Pesisir).

Berikut tips menghadapi cuaca ekstrem dikutip dari bpbd.jogjaprov.go.id:

Langkah-langkah Antisipasi Risiko Bencana di Musim Hujan

Menghadapi musim hujan, berikut adalah beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor:

1. Pemantauan Cuaca Secara Berkala

Selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG untuk mengetahui prakiraan hujan lebat atau cuaca ekstrem lainnya. Pemantauan yang rutin akan memberikan peringatan dini yang sangat penting dalam menghadapii potensi bencana.

2. Pembersihan Saluran Drainase

Pastikan saluran air, selokan, dan sungai bebas dari sampah dan material yang menghambat aliran air. Saluran air yang terjaga kebersihannya akan mencegah banjir lokal dan genangan air yang merugikan.

3. Pembuatan Sumur Resapan dan Kolam Retensi

Bangun struktur yang dapat menampung dan menyerap air hujan, seperti sumur resapan atau kolam retensi. Hal ini akan mengurangi limpasan air hujan dan menekan risiko banjir, terutama di kawasan perkotaan.

4. Penanaman Vegetasi

Menanam pohon dan tanaman lainnya dapat membantu menyerap air hujan, mengurangi erosi, serta memperkuat struktur tanah. Hal ini efektif dalam mencegah longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah yang rentan.

5. Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Tingkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi melalui program edukasi, pelatihan, dan simulasi bencana. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap dalam menghadapi bencana serta mampu mengambil langkah yang cepat dan tepat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cirebon Selasa 24 Februari 2026: Berawan Dominasi Sepanjang Hari

6. Pengembangan Sistem Peringatan Dini

Implementasikan sistem peringatan dini untuk bencana banjir dan tanah longsor. Sistem ini akan memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi atau tindakan pencegahan lainnya saat kondisi darurat terjadi.

7. Perencanaan Tata Ruang yang Berkelanjutan

Hindari pembangunan di daerah rawan bencana dan terapkan peraturan zonasi yang mempertimbangkan risiko bencana dalam perencanaan kota. Tata ruang yang baik akan mengurangi risiko kerugian akibat bencana.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan kita dapat lebih siap menghadapi musim hujan dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas, dan kesiapsiagaan yang baik adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana yang mengancam di setiap musim hujan.

(Tribunnews.com/Endra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.