Meski Sudah Menewaskan Siswa SD, Jalan Berlubang di Pandeglang Tak Kunjung Diperbaiki
Desy Selviany February 23, 2026 08:29 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Meski sudah menewaskan seorang siswa SD dan membuat tukang ojek menjadi tersangka, kondisi Jalan Raya Labuan No 7 Gardu Tanjak, Pandeglang, Banten masih berlubang.

Terlihat tidak ada perubahan dari jalan yang membuat kecelakaan maut di Pandeglang, Banten tersebut meski sudah menelan korban jiwa. 

Diketahui seorang siswa SD tewas dalam kecelakaan maut pada 27 Januari 2026 lalu karena jalan rusak. 

Motor yang dibawa tukang ojek di Pandeglang tersebut oleng hingga terjatuh karena menghindari jalan berlubang di salah satu ruas jalan utama di Provinsi Banten tersebut. 

Kecelakaan tersebut membuat KR sebagai penumpang tewas karena terlindas ambulan usai terjatuh dari kendaraan. 

Sementara tukang ojek Al Amin Maksum menjadi tersangka karena dianggap menyebabkan kecelakaan yang membuat penumpangnya tewas.

Sekalipun Maksum mengalami kecelakaan karena jalan berlubang.

Dimuat TribunBanten, meski kecelakaan itu menjadi tragedi dan disorot netizen, ternyata pemerintah setempat terlihat tidak melakukan upaya perbaikan.

Jalan yang merupakan tanggung jawab Provinsi Banten tersebut masih berlubang.

Di lokasi, Senin (23/2/2026), akses Jalan Raya Labuan No 7 ini, memang sedikit menanjak jika pengendara dari arah Labuan menuju Alun-alun Pandeglang. 

Namun jika dari arah Alun-alun Pandeglang ke arah Labuan posisi jalan menurun. 

Kondisi jalan rusak berlubang yang menewaskan satu orang masih ada, bahkan lubangnya tampak masih menganga dan terlihat jelas berada di Jalan Raya Labuan No 7 Gardu Tanjak. 

Ada dua jalan rusak berlubang di jalan ini. Meskipun masih ada beberapa lubang yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kecelakaan maut tersebut. 

Jalan rusak berlubang ini tepat berada di depan Hotel Pandeglang Raya.

Baca juga: Kecelakaan Karena Jalan Rusak, Tukang Ojek Pandeglang Jadi Tersangka

Para pengdara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalan ini juga tampak menghindari jalan rusak berlubang itu. 

Hanya terlihat plang peringatan berwana kuning dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten terpasang di Jalan Raya Labuan No 7 Gardu Tanjak, dengan tulisan 'hati-hati jalan berlubang kurangi kecepatan'. 

Jalan ini diketahui merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. 

Di lokasi ini, tak hanya jalan berlubang saja ditemukan, trotoar jalan juga sebagian sudah rusak dan ambruk. 

Akses jalan ini menjadi salah satu akses vital Pemprov Banten menuju Banten Selatan yang ada di Kabupaten Pandeglang.

Jarak dari Alun-alun Pandeglang ke lokasi jalan berlubang hanya 800 meter dengan jarak tempuh 2 menit. 

Sementara dari Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang ke lokasi jalan rusak berlubang ini, berjarak 18 kilometer dengan jarak tempuh 30 menit. 

Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, membenarkan terkait jalan rusak berlubang yang menewaskan satu orang anak. 

"Iya di sini, itu lubangnya masih ada. Kalau sekarang agak kecil, kalau dulu mah gede," ujarnya saat ditemui di lokasi. 

Ia tidak berbicara banyak, meskipun pernah melihat peristiwa kecelakaan maut tersebut tidak.

TribunBanten.com sudah berupaya mengkonfirmasi Kasat Lantas Polres Pandeglang, terkait penetapan tersangka Al Amin, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun tak kunjung mendapatkan jawaban. 

(Wartakotalive.com/DES/TribunBanten)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.