Posko Hidrometeorologi Sidoarjo Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem 
Wiwit Purwanto February 23, 2026 08:32 PM

 

SURYA.co.id SIDOARJO - Memasuki puncak musim hujan Februari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Berdasarkan peringatan dini dari BMKG Juanda, cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga 28 Februari 2026 di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sidoarjo. 

Peningkatan intensitas hujan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Fase Puncak Musim Hujan 

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa Jawa Timur saat ini masih berada pada fase puncak musim hujan. 

Kondisi ini dipengaruhi aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah, diperkuat fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Jawa Timur.

Baca juga: Darurat Asusila Anak di Kota Santri, Dewan Pendidikan dan WCC Jombang Buka Posko Pengaduan

“Dalam delapan hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk di Sidoarjo yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, BPBD Kabupaten Sidoarjo langsung mengaktifkan Posko Hidrometeorologi yang siaga selama 24 jam. 

Posko induk ditempatkan di kantor BPBD dan berfungsi sebagai pusat pemantauan, koordinasi, serta respons cepat jika terjadi bencana.

Humas BPBD Kabupaten Sidoarjo, Yoli Wisnu, mengatakan pihaknya telah memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca melalui radar dan memastikan informasi peringatan dini segera diteruskan kepada masyarakat.

“Kami bekerja sama dengan BMKG untuk memantau radar cuaca dan memastikan informasi peringatan dini dapat segera diterima masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Mojokerto, Tebing Claket Pacet Kembali Longsor

Selain pemantauan intensif, BPBD juga menggencarkan edukasi kebencanaan melalui sosialisasi dan simulasi evakuasi guna meningkatkan kesiapsiagaan warga, khususnya yang tinggal di wilayah rawan genangan dan bantaran sungai.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, rutin memantau informasi resmi dari BMKG, serta segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.