SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengintensifkan pelaksanaan Pasar Murah selama Bulan Suci Ramadhan sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Pasar Murah Pemprov Jatim digelar di Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Surabaya Senin (23/2/2026) sore ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar.
Emak-emak yang sudah menunggu pasar murah dimulai langsung menyerbu.
Emak-emak ini memanfaatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional.
Baca juga: Pemprov Jatim Siap Gelar Pasar Murah di 14 Titik Pekan Ini, Upaya Tekan Harga Tinggi 3 Komoditas
Berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Baca juga: DPRD Jatim Dorong Pasar Murah Diperluas untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pasar Murah selama Ramadhan merupakan bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi serta menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
“Setiap bulan puasa dan nanti menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga,” ujarnya.
“Maka Pasar Murah digelar supaya masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Tentu harapannya mereka bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lancar,” lanjut Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut juga memastikan bahwa Pasar Murah akan terus digelar secara berkelanjutan selama Ramadan.
Bahkan Pasar Murah bisa digelar sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari program strategis pengendalian inflasi daerah.
“Kami sudah agendakan supaya program strategis seperti Pasar Murah ini bisa terus eksis sebagai ikhtiar menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Kita berseiring dengan apa yang dilakukan kabupaten/kota jadi sifatnya melengkapi,” imbuhnya.
Baca juga: Jelang Ramadan Khofifah Gelar Pasar Murah di Surabaya: Harga Beras dan Telur Anjlok
Ia juga menegaskan bahwa lokasi Pasar Murah sengaja ditempatkan dekat dengan permukiman warga dan fasilitas ibadah, namun tidak berdekatan dengan pasar tradisional.
Strategi ini dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas pedagang pasar sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini lokasi Pasar Murah ditempatkan sangat dekat dengan masjid dan mendekatkan penjangkauan di perkampungan warga,” tegasnya.
“Saya selalu berpesan supaya lokasinya jauh dari pasar tradisional. Tentu harapannya ini bisa menyasar langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lanjut usia.
Khofifah juga membagikan telur kepada ibu-ibu yang membawa anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga selama Ramadhan.
Tak hanya itu, Khofifah juga memborong berbagai produk makanan dan minuman yang dijual pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal.