Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Selatan mengatur penyesuaian jam belajar selama Ramadan 1447 Hijriyah (H) tahun 2026.
Perubahan jadwal ini diberlakukan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP di Bengkulu Selatan.
Dengan perubahan jadwal selama Ramadan yaitu masuk pukul 08.00 WIB dan setiap jam pelajaran dikurangi 10 menit.
Sehingga dipastikan selama Ramadan pembelajaran disekolah lebih cepat dari biasanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan Lusi Wijaya mengatakan, penyesuaian jam belajar dilakukan agar siswa tetap fokus menerima pelajaran tanpa mengabaikan kewajiban ibadah puasa.
Baca juga: Aksi Petani Pino Raya Memanas, Desak Polres Bengkulu Selatan Bebaskan Petani Korban Penembakan
“Penyesuaian ini bertujuan agar siswa tetap semangat belajar, namun juga bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik dan nyaman,” ujar Lusi saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Senin (23/2/2026).
Sekolah diberikan ruang untuk mengatur teknis pelaksanaan pembelajaran, termasuk kemungkinan pengurangan durasi jam pelajaran tanpa mengurangi substansi materi yang disampaikan kepada siswa.
Selain penyesuaian jam belajar, selama Ramadan sekolah-sekolah juga akan menggelar kegiatan pesantren kilat.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang difokuskan pada pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan siswa.
Dalam pesantren kilat tersebut, siswa akan mengikuti berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, tausiyah, praktik ibadah, hingga diskusi keagamaan yang dipandu oleh guru dan tokoh agama setempat.
Lusi berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai sarana membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan spiritualitas yang kuat.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membangun karakter siswa agar lebih disiplin, sabar, dan berakhlak baik,” kata Lusi.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Disdikbud berharap selama Ramadan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan optimal, sekaligus menjadi momen bagi siswa untuk mengamalkan nilai-nilai ibadah di bulan suci.