POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Momentum Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Belitung Timur mencatat sejarah baru. Masjid Agung Darussalam Manggar resmi menjadi lokasi pembukaan rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tahun 2026, Senin (23/2/2026).
Penunjukan masjid agung sebagai titik awal safari menandai perubahan tradisi yang cukup signifikan. Jika sebelumnya pembukaan selalu dilaksanakan di lingkungan internal seperti rumah dinas atau auditorium, tahun ini pemerintah daerah memilih langsung menyapa masyarakat di ruang publik dan basis jemaah.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Darussalam, Bani Mahtum (60), mengungkapkan bahwa penunjukan lokasi ini adalah sebuah terobosan yang sangat positif. Menurutnya, hal ini menunjukkan keinginan kuat pimpinan daerah untuk meruntuhkan sekat pembatas antara pejabat dan masyarakat umum.
Bani menjelaskan bahwa informasi mengenai terpilihnya Masjid Agung Darussalam baru diterima pengurus sekitar satu minggu yang lalu. Perubahan mendadak dari kebiasaan protokoler yang biasanya tertutup menjadi terbuka di masjid rakyat tentu menuntut kesiapan ekstra dari jajaran pengurus.
"Biasanya pembukaan itu di Rumah Dinas atau Auditorium, tapi tahun ini Bapak Bupati menginginkan suasana yang berbeda. Beliau ingin kedekatan dan kebersamaan buka puasa itu dirasakan langsung bersama jemaah di Masjid Agung ini," ujarnya.
Terpilihnya Masjid Agung Darussalam bukan tanpa alasan strategis. Sebagai masjid milik pemerintah kabupaten yang menjadi barometer aktivitas religi di Manggar, masjid ini memiliki daya tampung yang luas serta aksesibilitas yang sangat mudah dijangkau oleh warga.
Bani menambahkan, perubahan lokasi ini berdampak langsung pada jumlah jemaah yang hadir. Jika di lokasi internal undangan bersifat terbatas, di Masjid Agung, siapa pun masyarakat yang datang untuk melaksanakan ibadah rutin bisa ikut serta dalam kemeriahan pembukaan safari tersebut.
Pihak DKM merespons kepercayaan ini dengan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada. Sebanyak 40 personel pengurus inti yang terbagi dalam lima seksi teknis langsung bahu-membahu menyiapkan fasilitas pendukung demi kelancaran acara ini.
Salah satu persiapan fisik yang paling mencolok adalah penataan area teras masjid. Pengurus memasang tenda tambahan dan mengatur barisan kursi agar mampu menampung tamu undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa mengganggu ruang utama ibadah bagi jemaah sekitar.
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran rombongan pemerintah tidak mengurangi kekhusyukan ibadah masyarakat. Oleh karena itu, pengaturan letak kursi dan tenda di teras menjadi sangat krusial agar sirkulasi jemaah tetap lancar," ucapnya.
Selain infrastruktur, sistem suara (sound system) juga menjadi perhatian serius. Mengingat luasnya area Masjid Agung, pengurus memastikan setiap arahan dan pesan dapat didengar dengan jelas hingga ke area halaman masjid tempat warga berkumpul.
Seksi keamanan DKM juga bekerja ekstra keras mengatur alur parkir kendaraan yang diprediksi akan meningkat. Koordinasi dilakukan agar mobilitas jemaah yang hendak berbuka puasa dan melaksanakan shalat Maghrib tidak terhambat oleh kendaraan rombongan ASN.
Bani menegaskan bahwa terpilihnya Masjid Agung Darussalam adalah bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran vital masjid sebagai pusat peradaban sosial. Hal ini dirasa sangat relevan dengan semangat bulan suci yang mengedepankan silaturahmi tanpa batasan golongan.
Kegiatan pembukaan safari ini juga dirangkaikan dengan program rutin masjid, yakni penyediaan takjil gratis bagi warga lokal dan musafir. Sinergi ini membuat suasana pembukaan Safari Ramadhan terasa lebih hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Masyarakat sekitar yang mendengar kabar terpilihnya masjid mereka sebagai lokasi pembukaan pun memberikan respon yang sangat baik. Warga merasa senang karena bisa melihat langsung jajaran pemimpin daerah berbuka puasa bersama di saf-saf yang sama dengan rakyat.
Melalui terpilihnya Masjid Agung ini, Bani berharap akan tercipta budaya baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Ia mendambakan masjid-masjid di kecamatan lain juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi pusat kegiatan daerah di masa depan.
Baginya, mengelola persiapan besar dalam waktu singkat adalah sebuah tantangan yang membanggakan bagi seluruh pengurus. Hal ini membuktikan bahwa pengurus Masjid Agung Darussalam sangat adaptif terhadap agenda-agenda besar pemerintah daerah.
Hingga menjelang waktu berbuka, suasana di Masjid Agung terus dipenuhi oleh kesibukan pengurus yang merapikan setiap detail acara. Semangat pengabdian 40 pengurus DKM menjadi pilar utama di balik suksesnya pemilihan masjid ini sebagai tuan rumah.
Pembukaan Safari Ramadhan di titik pusat religi Beltim ini diharapkan membawa keberkahan bagi jalannya pemerintahan selama setahun ke depan. Masjid Agung Darussalam kini juga menjadi simbol keharmonisan antara pemimpin dan umat.
Dengan terpilihnya Masjid Agung, pembukaan Safari Ramadhan 2026 di Belitung Timur resmi dimulai dengan semangat keterbukaan, keberagaman, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)