TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Jembatan Sentong yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, ambles setelah diguyur hujan deras selama sekitar empat jam pada Senin (23/3/2026).
Jembatan ini merupakan jalur utama penghubung Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Jember.
Baca juga: Konflik Wakaf Akses Masjid Nurul Iman Bondowoso Sempat Ditutup, Kini Diserahkan ke NU
Sebelum ambles, jembatan tersebut tercatat telah mengalami keretakan dua kali, masing-masing pada 15 Desember 2025 dan 10 Januari 2026. Saat itu, dilakukan penambalan sementara serta pemasangan penanda agar bagian retak tidak dilintasi pengendara.
Namun, hujan dengan intensitas tinggi kembali memperparah kondisi hingga akhirnya sisi barat jembatan ambles.
Baca juga: Mobil Kijang Terperosok di Pujer Bondowoso, Diduga Hindari Jalan Berlubang
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup. Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas melalui sisi timur jembatan yang masih dinilai aman.
Area yang ambles telah dipasangi garis polisi (Police Line) dan sejumlah penanda peringatan. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan BPBD berjaga untuk mengatur arus kendaraan.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Kedaruratan (PK2) BPBD Bondowoso, Yuliono Triandana, menyatakan pihaknya telah melakukan langkah pengamanan awal.
"Sudah kita pasang Police Line, dan penanda jalan," terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk skema pengalihan arus selanjutnya.
Baca juga: Longsor 20 Meter Tutup Akses Kaligedang–Lerpenang Bondowoso, Warga Gotong Royong Bersihkan
Sementara itu, Aipda Dedi Munianto, anggota Polsek Kota yang bertugas di lokasi, mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat melintas.
Ia juga meminta warga tidak melakukan aksi berbahaya seperti mendekati titik ambles untuk mengambil foto atau video.
"Masyarakat saya harap waspada," pungkasnya.