TRIBUN-BALI.COM - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Nusa Penida, mengakibatkan tanah longsor di Banjar Behu, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (22/2) malam sekitar pukul 22.30 Wita.
Longsor tersebut menyebabkan senderan atau tembok penahan pekarangan rumah milik warga roboh dan material tanah serta batu menutup sebagian badan jalan.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan, peristiwa terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah setempat pada malam hari.
Baca juga: POLDA Bali Buru Para Pelaku Teror di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, Kepala Cabang Sesalkan Hal Ini
Baca juga: DARI 597 Sudah 425 Selesai 100 Persen, Penilaian Ogoh-ogoh di Badung Tuntas!
“Korban atas nama I Putu Marayasa saat itu sedang beristirahat di rumah. Tiba-tiba mendengar suara gemuruh seperti batu jatuh dari arah pekarangan. Setelah dicek, ternyata senderan di bagian belakang pura keluarga atau sanggah sudah roboh,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, material batu dan tanah sempat menutup akses jalan di sekitar lokasi. Warga bersama pemilik rumah langsung bergotong royong membersihkan timbunan material, untuk mencegah gangguan lalu lintas dan potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Musibah itu tidak sampai menyebabkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
“Longsor dipicu curah hujan yang cukup tinggi. Untuk sementara, pemilik rumah sudah berupaya mencari tukang guna memperbaiki senderan yang roboh. Namun perbaikan kemungkinan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik,” ungkap Dewa Nyoman Alit.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan atau memiliki tembok penahan tanah, agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras guna mengantisipasi potensi longsor susulan. (mit)