Oleh: M. Qasim Mathar
Guru Besar UIN Alauddin Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Menurut kawan saya pakar fisika, Prof. Tasrief Surungan: Kalender itu algoritma sederhana.
Demikian mudahnya bikin kalender, kita bisa bikin kalender versi diri kita, dengan menamainya sesuai nama kita.
Bisa kita bikin kalender Senter-Senter Bella (SSB), dengan algoritma yang kita bikin.
Secara teknis sangat mudah.
Hanya masalahnya, pada ranah mana kalender yang kita bikin itu akan digunakan dan akan mengatur siapa?
Kawan saya itu juga menyatakan: Masalah utama dari KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal) itu, karena hendak mencampuradukkan antara Tanggal Peribadatan dengan urusan sosial keduniaan.
Lalu dia berseloroh, "Malaikat harus turun ke Bumi pada malam Lailatul Kadar berdasarkan penetapan KHGT. Paradox!"
Karena membaca tulisan saya di koran ini berjudul: "Satu Tanggal untuk Satu Dunia Islam".
Judul itu tentu bersentuhan dengan KHGT yang sedang dikembangkan oleh beberapa negara Islam.
Dalam konteks KHGT, kawan saya itu bertanya kepada saya, bagaimana pendefinisian Garis Tanggal menurut KGHT?
Karena saya bukan pakar di bidang fisika, saya enggan menjawabnya. Justeru saya mau bertanya, bolehkah Garis Tanggal versi Miladiah (Masehi) yang dipakai sekarang diubah?
Saya juga punya seloroh, tapi serius juga. Yaitu, karena "lailatul qadr" ikut kalender Qamariah, Malaikat pun turun pada kalender bulan Miladiah yang beda-beda.
Kalau Ramadan jatuh di Desember, maka Malaikat turun di Desember.
Tahun ini, Ramadan bertepatan dengan Pebruari-Maret, maka carilah "malam qadr" itu di malam-malam bulan Pebruari-Maret, kalau mengikuti pendapat ulama yang mengatakan: "malam qadr" itu bisa terjadi pada semua malam Ramadan.
Tapi, kalau mengikuti dua pendapat lainnya - ada pendapat yang mengatakan "malam qadr" itu pada malam ke-27 Ramadan; pendapat lainnya mengatakan bahwa "malam qadr" itu pada malam-malam ganjil 10 terakhir Ramadan (malam ke 21, 23, 25, 27, dan 29), maka "malam qadr" terdapat di bulan Maret 2026.
Sebab, malam ke-27 dan malam-malam ganjil Ramadan ada di bulan Maret 2026.
Nah, Jibril dan para Malaikat turun ke Bumi, insya Allah pada Maret 2026.
Ada sedikit yang mengganjal.
Malam ke-27 dan 21, 23, 25, 27 dan 29 berbeda antara Hisab dan Rukyat.
1 Ramadan bagi Hisab adalah Rabu 18 Pebruari. Bagi Rukyat 1 Ramadan besoknya, Kamis 19 Pebruari.
Itu dia, dibutuhkan Satu Tanggal untuk Satu Dunia Islam: KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal).(*)