BOLASPORT.COM – Bintang Benfica, Gianluca Prestianni, akan menuntut Vinicius Junior dan Kylian Mbappe imbas kasus dugaan rasis di leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Winger berusia 20 tahun itu tengah menjadi sorotan usai dituduh melakukan aksi rasial terhadap Vinicius Junior.
Tuduhan ini tak lepas dari adanya pengakuan rekan-rekan Vini di Real Madrid seperti Kylian Mbappe yang menyebut Gianluca Prestianni mengucapkan kata ‘mono’ yang berarti monyet.
Imbas dari tudingan itu, pemain asal Argentina tersebut mendapat hujatan dari banyak pihak dan juga mendapat sanksi dari UEFA.
Hujatan tampak diterimanya di media sosial Instagram, di mana banyak netizen mengomentari salah satu unggahannya dengan ujaran kebencian.
Sementara saksi diterimanya dari UEFA yang membuat Prestianni tak bisa membela Benfica di leg kedua yang berlangsung di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu.
"Badan Kontrol, Etika dan Disiplin UEFA (CEDB) hari ini memutuskan untuk menangguhkan sementara Gianluca Prestianni untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya," bunyi pernyataan UEFA.
kondisi ini membuat Prestianni merasa dirugikan dan dirinya pun memilih melancarkan serangan balik atas tudingan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, eks pemain Velez Sarsfield itu berencana menuntut Vini dan Mbappe yang dianggapnya telah berbohong.
Dilansir BolaSport.com dari El Chiringuito, Gianluca Prestianni dan kuasa hukumnya siap mengajukan tuntutan ke UEFA dan FIFA atas kasus ini.
Tak hanya itu, dia juga akan mengajukan laporan ke Pengadilan Portugal atas apa yang dilakukan Vini dan Mbappe.
Tuntutan dan laporan ini dilayangkannya karena Prestianni merasa tudingan dari Vini dan Mbappe amat merugikannya.
Pasalnya, tudingan itu menurutnya merupakan kebohongan dan telah merusak reputasinya sebagai salah satu figur di dunia sepak bola.
Prestianni sendiri sudah menepis tudingan bahwa dirinya melakukan aksi rasial terhadap pemain asal Brasil itu.
Sesaat setelah leg pertama berakhir, dia secara tegas mengatakan bahwa adanya kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan Vini.
"Sayangnya (dia) salah paham dengan apa yang dia kira telah didengarnya," bunyi klarifikasi atas tudingan rasis tersebut.
Setelah menyebut Vini salah paham, Prestianni dilaporkan mengaku kepada UEFA jika dirinya mengucapkan kata-kata homofobik.
Adapun kata-kata homofobik yang dikeluarkannya adalah dengan mengatakan ‘gay’ atau ‘banci’ terhadap Vini.
Sementara itu, Benfica telah merespons hukuman yang diberikan UEFA terhadap salah satu bintangnya tersebut.
Dalam rilisnya, As Aguias merasa hukuman itu tak adil karena Prestianni belum terbukti bersalah dalam kasus tersebut.
"Klub menyesalkan kehilangan pemain tersebut sementara proses masih dalam penyelidikan dan akan mengajukan banding atas keputusan UEFA ini," respons klub, dikutip BolaSport.com dari A Bola.
"Meskipun tenggat waktu yang dimaksud kemungkinan tidak akan berdampak praktis pada leg kedua babak play-off Liga Champions," lanjutnya.