Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD Raden Mattaher Pastikan Logistik Medis Aman Selama Ramadan
asto s February 24, 2026 01:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - RSUD Raden Mattaher memastikan ketersediaan obat-obatan dasar serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Mereka menyebut pembelanjaan logistik telah dilakukan untuk mengantisipasi keluhan kekosongan obat dalam beberapa bulan ke depan.

Terkait hal itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, Dr Anton Trihartanto mengatakan Obat-obatan itu tidak boleh kosong.

Sebab, obat itu menjadi komponen wajib. Begitu juga dengan BMHP dasar seperti infus, kateter, selang hidung, dan perlengkapan steril lainnya.

“Obat-obat dasar ini memang wajib, jangan sampai kosong. Mudah-mudahan sampai enam bulan ke depan enggak ada keluhan lagi tentang obat,” katanya.

Namun, pihaknya mengakui masih terdapat kendala pada BMHP khusus, satu diantaranya untuk tindakan operasi dengan kebutuhan biaya tinggi, seperti penggunaan plat tulang besi, hingga tindakan pada tulang belakang. 

Kebutuhan tersebut tergolong high cost, sehingga memerlukan penanganan lebih spesifik.

Dr Anton menuturkan, bagi pasien yang belum terakomodasi, rumah sakit akan melakukan rujukan sesuai kebutuhan layanan. 

Namun bagi pasien tidak mampu, terutama kelas 3, pihak rumah sakit menyatakan tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan.

“Kalau memang pasien tidak mampu dan kelas 3, kita upayakan semaksimal di Mataher,” tuturnya.

Dia menjelaskan, rumah sakit menggunakan skema APPD dan BLUD untuk mekanisme pembayaran obat.

Beberapa vendor sempat belum membuka distribusi karena sistem pembayaran, namun pihak rumah sakit mengaku telah mulai mencicil pembayaran kepada para penyedia.

Dr Anton menerangkan, tren kunjungan pasien disebut mengalami fluktuasi selama selama Ramadan. 

Pada awal puasa sempat terjadi penurunan, namun kini mulai meningkat kembali, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Awal Ramadan turun. Sekarang sudah naik lagi, tadi kita lihat di IGD meningkat,” terangnya.

Dia menambahkan, Secara tren tahunan, jumlah pasien biasanya kembali menurun pada hari pertama dan kedua Idulfitri, lalu meningkat lagi setelahnya.

Selain itu, rumah sakit juga menegaskan komitmen transparansi terkait ketersediaan tempat tidur (bed). Sistem informasi bed kini ditampilkan secara real time untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat, terutama terkait penempatan pasien berdasarkan kebutuhan ruangan seperti ICU, stroke, atau ruang bedah.

“Data bed secara real time bisa kita lihat di ruang tunggu, jadi biar tidak salah persepsi masyarakat,” ujarnya.

Dr Anton berharap, langkah itu dapat mengurangi keluhan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit, khususnya selama Ramadan.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit ini. Karena ini rumah sakit kita bersama,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto) 

Baca juga: Forum Diskusi Pidana Kerja Sosial Digelar di Lapas Muara Bulian, Pemkab Batang Hari Siap Dukung

Baca juga: WNI Bengkulu Korban Loker Scam di Kamboja Terima Donasi Rp8 Juta, Jambi Belum

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.