Permintaan Meningkat Saat Puasa, Harga Ikan di Masomba Palu Berangsur Naik
Regina Goldie February 24, 2026 03:22 PM


Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Harga Ikan dan daging ayam di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, menunjukkan tren berbeda pada awal Ramadan 1447 Hijriah.

Ikan terpantau cenderung naik dibandingkan sebelum puasa, sementara harga ayam masih bergerak fluktuatif atau naik turun.

Pantauan TribunPalu.com, Selasa (24/2/2026) pagi, harga Ikan katombo dijual di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Pedagang Ikan, Fendi, mengatakan harga saat ini sudah kembali normal setelah pasokan mulai lancar.

“Kalau hari-hari ini mulai banyak puasa sudah normal harganya,” ujarnya.

Baca juga: Hampir Sepekan Ramadan, Ikan Cakalang di Banggai Masih Tinggi

Namun ia mengungkapkan, pada fase awal Ramadan harga katombo sempat melonjak signifIkan hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.

KenaIkan tersebut terjadi karena pasokan berkurang saat sejumlah kapal nelayan tidak melaut.

“Kapal sudah mulai turun semua, kalau kemarin kan sempat dia stop kapalnya,” jelasnya.

Menurut Fendi, permintaan Ikan selama Ramadan juga meningkat. Dalam sehari, penjualannya bisa mencapai sekitar 100 kilogram.

53u89 qw 89h89a h89rah89ras
Harga Ikan dan daging ayam di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, menunjukkan tren berbeda pada awal Ramadan 1447 Hijriah. (TribunPalu.com/Zulfadli)

Ia memprediksi harga Ikan berpotensi kembali naik menjelang Hari Raya Idulfitri karena nelayan biasanya kembali tidak melaut.

“Ada (prediksi naik jelang lebaran), kan nelayan ndak turun lagi (jelang lebaran), naik lagi harga,” katanya.

Selain katombo, harga Ikan ekor kuning dan lajang sebelumnya juga berada di angka Rp40.000 per kilogram akibat terbatasnya pasokan.

Baca juga: APPMBGI Sulteng Gerak Cepat Buka Layanan Aduan MBG di Tengah Sorotan Menu Ramadan

Sementara itu, harga daging ayam di pasar yang sama masih bergerak naik turun.

Pedagang ayam, Salma, mengatakan harga sangat dipengaruhi tingkat permintaan, termasuk jika ada program MBG yang berjalan.

“Harga ayam naik turun, apalagi kalau masuk MBG pasti naik, cuma ini kan awal puasa ini ndak ada MBG masuk,” ujarnya.

Sebelum Ramadan, harga ayam sempat mencapai Rp33.000 per kilogram. Memasuki awal puasa, harga turun menjadi Rp31.000, kemudian naik ke Rp32.000, dan kembali turun ke Rp31.000 per kilogram.

“Kemarin Rp33 ribu per kilo sebelum puasa, sekarang Rp31 ribu, naik Rp32 ribu, turun lagi Rp31 ribu,” jelasnya.

Baca juga: Bapenda Kota Palu Sesuaikan Jam Layanan Selama Ramadan, Loket Tetap Buka hingga Antrean Habis

Ayam dibeli dari perusahaan dalam hitungan kilogram, namun dijual secara ecer per ekor dengan harga menyesuaIkan berat.

“Tergantung timbangannya, kalau ini ayam dua kilo, harganya Rp65 ribu sampai Rp70 ribu. Tinggal kita pintar-pintar atur harga karena tidak rata semua ayam besar kecilnya,” katanya.

Salma memperkirakan harga ayam akan melonjak sekitar sepekan menjelang Lebaran, sebagaimana pola tahunan yang biasa terjadi.

“So pasti (naik) kalau lebaran, satu minggu mau lebaran itu loncat (harganya),” tandasnya.

KenaIkan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan dinilai menjadi pola tahunan yang dipengaruhi faktor pasokan dan meningkatnya permintaan masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.