APPMBGI Sulteng Gerak Cepat Buka Layanan Aduan MBG di Tengah Sorotan Menu Ramadan
Regina Goldie February 24, 2026 02:07 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sulawesi Tengah bergerak cepat membuka layanan pengaduan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Masyarakat bisa mengakses laman appmbgi.co.id, soal pengaduan dan kepatuhan.

Laman itu nantinya diarahkan melalui pesan Whatssap resmi APPMBGI Sulteng.

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya sorotan dan keluhan masyarakat terhadap menu MBG yang dibagikan selama bulan Ramadan.

Ketua APPMBGI Sulawesi Tengah, Kartini Malarangan, mengatakan layanan aduan tersebut kini sudah dapat diakses oleh orang tua maupun anak-anak penerima manfaat.

Baca juga: Kapolda Sulteng Pimpin Apel Siaga Ramadhan 1447 H, Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

“Masyarakat pada umumnya belum terlalu paham tentang MBG ini, mulai dari anggarannya, mekanismenya, sampai jalur pengaduannya. Selama ini jalur aduan belum dibuka secara luas, tapi alhamdulillah asosiasi kami sudah membuka hotline yang bisa diakses jika ada pengaduan atau keluhan dari orang tua maupun anak-anak penerima manfaat,” ujar Kartini kepada TribunPalu.com via pesan suara Whatsap, Selasa (24/2/2026).

Sorotan terhadap menu MBG mencuat setelah seorang guru SD di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, memamerkan paket MBG yang diterima siswa selama Ramadan.

Dalam unggahannya, paket MBG yang dibagikan pada Senin (23/2/2026) berisi susu kemasan merek Frisian Flag, dua buah pisang, roti, serta empat butir telur puyuh.

Namun, menu yang dibagikan pada Selasa (24/2/2026) dinilai berbeda dan menjadi perhatian publik. 

Paket tersebut hanya berisi roti, tiga butir kurma, dan satu bungkus kacang asin.

Perbedaan menu tersebut kemudian memicu pertanyaan masyarakat mengenai standar gizi serta kesesuaian anggaran MBG selama Ramadan.

Diketahui, berdasarkan kebijakan Badan Gizi Nasional untuk tahun anggaran 2025–2026, terdapat dua kategori anggaran MBG per hari per jiwa.

Baca juga: Sidak Harga di Pasar Tolai Parigi Moutong, Tim Bapanas Temukan Minyak Goreng Dijual Jauh di Atas HET

Kategori besar diperuntukkan bagi siswa kelas 3 SD hingga SMA sederajat dengan alokasi bahan baku sebesar Rp10.000 per porsi. 

Sementara kategori kecil untuk PAUD, TK, hingga SD kelas 2 dengan alokasi bahan baku Rp8.000 per porsi.

Selain bahan baku, terdapat alokasi anggaran operasional sebesar Rp3.000 per porsi yang digunakan untuk menggaji 47 relawan di setiap satuan layanan, membayar tagihan listrik dan air, sewa kendaraan, serta biaya pendukung lainnya.

Sementara sisa Rp2.000 itu merupakan keuntungan murni mitra.

Dengan dibukanya layanan aduan ini, APPMBGI Sulawesi Tengah berharap masyarakat dapat lebih memahami mekanisme program MBG serta menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.